BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi terpilih, Fauzan Haviz, menyatakan akan mendalami persoalan yang berkaitan dengan hubungan PMI dan rumah sakit sebelum menentukan langkah penyelesaian.
Fauzan mengatakan, komunikasi akan menjadi salah satu upaya untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun, ia belum mengungkapkan secara terperinci permasalahan yang dimaksud maupun rumah sakit yang terkait.
“Tapi kita akan coba dalami persoalannya seperti apa dan kita akan coba selesaikan dengan baik. Dan kita akan berkomunikasi dengan baik dengan RS,” ujar Fauzan seusai ditetapkan sebagai Ketua PMI Kota Bukittinggi, Sabtu (3/10/2026).
Fauzan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Bukittinggi periode 2026–2031 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang berlangsung di Campago Resort Hotel, Sabtu. Ia menjadi calon tunggal setelah H. Chairunnas, S.E., tidak mencalonkan diri dalam proses pemilihan.
Suasana Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Bukittinggi di Campago Resort Hotel, Sabtu (3/10/2026), yang menetapkan Fauzan Haviz sebagai ketua periode 2026–2031. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
Selain mendalami persoalan dengan rumah sakit, Fauzan menyatakan ingin membawa PMI Kota Bukittinggi dengan pendekatan yang lebih humanis serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Jadi kita akan membawa organisasi ini dengan humanis ke depannya. Dan bagaimana ini bisa memberi keselamatan untuk seluruh keluarga Kota Bukittinggi dan seluruh orang yang membutuhkan PMI Kota Bukittinggi ini di Bukittinggi,” katanya.
Langkah awal kepemimpinannya adalah membentuk kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Setelah itu, ia berencana menemui berbagai pemangku kepentingan untuk meminta arahan dan membangun sinergi dalam menjalankan program organisasi.
“Kita akan membentuk kepengurusan dan setelah itu kita akan menemui seluruh stakeholder dan kita akan meminta arahan bagaimana ke depannya PMI Bukittinggi ini bisa bersinergi dan berjaya lebih baik,” ujar Fauzan.
Menurutnya, kerja sama yang lebih luas diperlukan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program kemanusiaan. Ia berharap kolaborasi yang telah berjalan selama ini dapat terus ditingkatkan.
“Karena kita butuh kerja sama lebih luas. Selama ini sudah baik PMI Kota Bukittinggi dan ke depan kita berharap kerja sama dengan seluruh stakeholder tadi juga akan lebih baik,” tuturnya.
Di samping penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah juga menjadi perhatian Fauzan. Ia menyebut rencana tersebut akan dibahas bersama jajaran pengurus setelah kepengurusan baru terbentuk.
Peserta mengikuti Musyawarah Kota PMI Bukittinggi yang membahas kepengurusan dan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
“Ya nanti kita akan bicarakan dengan seluruh pengurus yang ada bagaimana ke depannya supaya donor darah juga bertambah di Bukittinggi dan apapun kegiatannya, secara personal supaya kita bisa lakukan dengan lebih baik,” katanya.
Fauzan juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran PMI dalam bidang kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda awal kepemimpinannya setelah terpilih secara aklamasi dalam Muskot PMI Kota Bukittinggi.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
