BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Israel mulai berdampak pada rencana keberangkatan jemaah umrah dari daerah. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara terbuka meminta warganya untuk menahan diri dan menunda perjalanan ibadah tersebut demi keselamatan.
Imbauan itu disampaikan Ramlan saat Safari Ramadan di Masjid Tablighiyah Garegeh, Minggu (1/3/2026) malam, di hadapan ratusan jamaah tarawih. Ia menilai situasi keamanan di Timur Tengah saat ini berada dalam fase yang tidak menentu dan berisiko tinggi bagi perjalanan internasional, termasuk ke Tanah Suci.
“Saya minta warga Bukittinggi yang sudah mendaftar umrah untuk menunda keberangkatan dalam waktu dekat. Kondisi saat ini sangat berisiko besar,” ujar Ramlan di hadapan jamaah.
Ratusan jamaah tarawih menghadiri Safari Ramadan dan mendengarkan penjelasan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias terkait situasi konflik Timur Tengah, Minggu (1/3) malam. Foto: Istimewa
Menurutnya, pemerintah daerah menerima informasi terkait adanya penutupan sejumlah wilayah udara serta terganggunya operasional maskapai penerbangan akibat eskalasi konflik. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi jadwal penerbangan dan keselamatan perjalanan jamaah.
Ramlan menegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan penundaan atau penyesuaian jadwal umrah. Ia juga mengkhawatirkan apabila situasi berkepanjangan, dampaknya bisa merembet pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Kita masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Saya juga mengkhawatirkan jadwal ibadah haji ikut terganggu jika kondisi tidak segera membaik,” katanya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
