TANAH DATAR,iNewsPadang.id-Proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat memasuki babak baru. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap kedua bagi warga terdampak di Kabupaten Tanah Datar dan Pesisir Selatan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala BNPB, Suharyanto, di pendopo rumah dinas bupati Tanah Datar, Selasa (3/3/2026). Total dana yang digelontorkan untuk dua daerah di Sumbar mencapai Rp5,28 miliar.
Di Tanah Datar, bantuan senilai Rp2,865 miliar diberikan kepada 126 kepala keluarga. Sementara di Pesisir Selatan, 103 kepala keluarga menerima total Rp2,415 miliar. Dana ini difokuskan untuk perbaikan rumah kategori rusak ringan dan sedang akibat bencana beberapa waktu lalu.
Suharyanto menegaskan, penyaluran tahap kedua ini merupakan lanjutan dari distribusi sebelumnya yang telah menjangkau puluhan kabupaten/kota di tiga provinsi.
“Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Pemerintah tetap membuka kemungkinan penambahan data penerima sebagai bentuk komitmen negara terhadap warga terdampak,” ujar Suharyanto.
Ia memastikan, untuk rumah rusak berat pemerintah menanganinya melalui pembangunan hunian sementara serta pemberian dana tunggu hunian. Saat ini, menurutnya, tidak ada lagi warga di Sumatera Barat yang tinggal di tenda pengungsian karena telah menempati hunian sementara atau tinggal bersama keluarga.
Fokus berikutnya adalah pembangunan hunian tetap yang dikerjakan paralel oleh pemerintah daerah dan BNPB, baik dalam skema terpusat maupun pembangunan di lokasi semula (in situ).
Salah seorang penerima bantuan, Erwin, warga Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh, mengaku bersyukur atas dana yang diterimanya setelah rumahnya terdampak banjir dan tertimbun lumpur.
“Dana ini sangat membantu untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak. Semoga ke depan tidak ada lagi bencana besar di daerah kami,” tuturnya.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyebut tidak adanya korban jiwa dalam bencana tersebut tak lepas dari penguatan program mitigasi berbasis masyarakat seperti Desa Tangguh Bencana.
Dengan penyaluran tahap kedua ini, seluruh daerah terdampak di Sumatera Barat telah menerima bantuan stimulan. Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi hunian dapat berjalan lebih cepat agar warga segera kembali hidup normal dan aman.
Editor : Agung Sulistyo
Artikel Terkait
