TANAH DATAR,iNewsPadang.id— Kabar baik bagi para pemudik yang akan melintasi jalur utama Padang–Bukittinggi. Ruas jalan di kawasan Lembah Anai, tepatnya Sicincin–Padang Panjang kilometer 64, direncanakan beroperasi penuh selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan jalur tersebut akan dibuka 24 jam untuk kendaraan roda empat mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri.
Keputusan ini diambil seiring percepatan pekerjaan perbaikan jalan yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang pada November 2025.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan percepatan pembukaan jalur dilakukan setelah progres pekerjaan menunjukkan perkembangan signifikan di lapangan.
“Mulai H-10 Lebaran jalur ini sudah bisa dibuka dua lajur dua arah selama 24 jam untuk kendaraan roda empat, tentu dengan pengaturan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan,” ujar Elsa Putra Friandi.
Menurutnya, semula pembukaan jalur ditargetkan pada H-7 Lebaran. Namun, pengerjaan fisik yang dipercepat oleh kontraktor pelaksana membuat target tersebut bisa dimajukan.
Saat ini, pembangunan struktur penyangga jalan dengan metode bore pile di titik yang sempat terputus telah mencapai progres yang cukup signifikan.
“Progres pekerjaan keseluruhan saat ini sekitar 44 persen, sementara pekerjaan struktur bore pile sudah mencapai sekitar 77 persen,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan selama arus mudik, BPJN juga menyiagakan sejumlah alat berat di sekitar lokasi.
Langkah ini penting mengingat kawasan Lembah Anai masih memiliki beberapa titik rawan longsor, terutama dari tebing di sepanjang jalur tersebut.
“Kami menyiapkan tiga alat berat dan posko siaga. Jika sewaktu-waktu terjadi longsor, petugas bisa langsung melakukan pembersihan agar jalur tetap dapat dilalui,” tambah Elsa.
Setelah masa libur Lebaran berakhir, BPJN akan mengevaluasi kembali penggunaan jalur tersebut sebelum memutuskan apakah pembukaan 24 jam akan diberlakukan secara permanen.
Meski pekerjaan perbaikan belum sepenuhnya rampung, pemerintah berupaya memastikan akses transportasi di jalur vital Sumatera Barat itu tetap dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.
Editor : Agung Sulistyo
Artikel Terkait
