PAYAKUMBUH,inews Padang.id — Di tengah geliat persiapan arus mudik Lebaran, sebuah ruang singgah bagi para musafir kini hadir di Kota Payakumbuh.
Masjid Musafir yang berdiri di tepi Jalan Diponegoro, Kelurahan Kubugadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, resmi diluncurkan sebagai Masjid Ramah Pemudik,Rabu (11/3/2026).
Peresmian yang berlangsung di ruang ibadah masjid tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Delvitra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid, para Kepala KUA se-Kota Payakumbuh, kepala madrasah, serta tokoh masyarakat.
Keberadaan masjid ini diharapkan menjadi tempat beristirahat sekaligus beribadah bagi para pengendara yang melintasi jalur tersebut saat musim mudik.
Ketua Pengurus Masjid Musafir Payakumbuh, Basri Latief, menuturkan bahwa meski usia masjid masih relatif muda sekitar tiga bulan sejak mulai difungsikan,aktivitas keagamaan di dalamnya sudah berjalan cukup aktif.
“Walaupun baru beroperasi sekitar tiga bulan, berbagai kegiatan sudah kita laksanakan, mulai dari tabligh akbar, wisata religi hingga pelatihan membaca Al-Qur’an bagi wartawan,” ujar Basri Latief.
Menurutnya, pengurus masjid berkomitmen menjadikan Masjid Musafir sebagai tempat persinggahan yang nyaman dan terbuka bagi siapa saja yang sedang dalam perjalanan.
“Kami ingin masjid ini benar-benar menjadi tempat singgah yang memberi manfaat bagi umat, terutama para musafir yang membutuhkan tempat beribadah dan beristirahat,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, menjelaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat selama periode arus mudik Lebaran.
Ia menilai Masjid Musafir telah menunjukkan kesiapan yang baik, bahkan telah membuka layanan selama 24 jam dengan fasilitas yang cukup lengkap.
“Masjid ini menyediakan ruang salat yang nyaman, toilet yang bersih, serta area istirahat yang representatif bagi pengendara yang singgah,” ungkap Hendri.
Hendri juga mengapresiasi inisiatif pengurus masjid yang lebih dahulu menerapkan konsep pelayanan bagi para musafir sebelum program tersebut diluncurkan secara resmi oleh pemerintah.
Ia bahkan mendorong pengembangan fasilitas tambahan, seperti penginapan berbasis syariah dengan sistem pembayaran sukarela, guna meningkatkan kenyamanan para pemudik yang membutuhkan waktu istirahat lebih lama.
“Masjid adalah tempat yang aman dan menenangkan bagi siapa saja yang sedang dalam perjalanan. Semoga Masjid Musafir ini memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Delvitra, menilai Masjid Musafir memiliki fasilitas yang mendukung kenyamanan jamaah.
Menurutnya, masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang singgah yang ramah bagi masyarakat.
“Siapa pun yang pernah singgah di sini kemungkinan besar akan ingin kembali. Area parkirnya luas, tempat wudunya nyaman, dan fasilitasnya mendukung pelayanan masyarakat,” ujar Delvitra.
Ia berharap kehadiran masjid tersebut dapat memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, termasuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjadi amal jariyah bagi para donatur.
Delvitra juga mengajak pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan masjid agar keberadaannya terus memberi manfaat bagi banyak orang.
Editor : Agung Sulistyo
Artikel Terkait
