AGAM, iNewsPadang.id — Rino Eka Putra (48), warga Jorong Limo Suku, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dipastikan meninggal dunia setelah menjadi korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengidentifikasi jenazah korban pada Senin (3/8/2026).
Kabar duka tersebut juga dibenarkan oleh kerabat korban, Dina Amrina, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin. "Abang Na sudah tidak ada pak," ujar Dina melalui pesan di grup WhatsApp Bukittinggi Press Club (BPC).
Sebelumnya, pihak keluarga sempat kehilangan kontak dengan Rino setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kebakaran. Menurut Dina, keluarga terus berupaya menghubungi telepon seluler korban, namun nomor tersebut sudah tidak aktif.
"Da Rino naik kapal menggantikan orang lain yang cancel, makanya namanya tidak ketemu sebagai penumpang kapal," kata Dina.
Rino Eka Putra (kanan) berfoto bersama adiknya, Dina, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa bulan sebelum menjadi korban dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Foto ini menjadi kenangan yang tersisa bagi keluarga. (Foto: Istimewa)
Berdasarkan informasi dari keluarga, Rino berangkat dari Jakarta dengan membawa sebuah truk bermuatan barang dagangan menuju Makassar. Ia menempuh perjalanan darat hingga Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jawa Timur Kombes Pol. Wahono Edhi P. mengatakan hingga Senin sore pihaknya telah menerima lima kantong jenazah korban insiden kebakaran kapal.
"Seluruh lima korban meninggal dunia itu teridentifikasi melalui data primer yakni, sidik jari. Kemudian diperkuat dengan data sekunder yakni, melalui gigi, catatan medis, hingga properti yang dikenakan korban," katanya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya.
Lima korban yang telah teridentifikasi masing-masing;
1. Sri Indratmo Wijaya (47), warga Pati, Jawa Tengah;
2. Siti Fatimah (57), warga Makassar, Sulawesi Selatan;
3. Sari Sukoco (39), warga Tulungagung, Jawa Timur;
4. Rino Eka Putra (48), warga Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat;
5. Yedi Hendrawan (63), warga Kapuas, Kalimantan Tengah.
Wahono Edhi menambahkan, proses identifikasi korban masih berlangsung seiring operasi pencarian yang masih dilakukan tim gabungan. "Sampai dengan hari ini, operasi DVI tetap masih berjalan sampai dengan ditentukan selesai oleh Basarnas atau BPBD," ujarnya.
Ia juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat insiden tersebut agar menyampaikan informasi kepada tim DVI Polda Jawa Timur melalui nomor layanan yang telah disediakan.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026) pagi. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Kepala SAR Surabaya, Nanang Sigit, jumlah penumpang kapal sebanyak 236 orang setelah dilakukan verifikasi terhadap manifest. "Dari 236 ini sudah terevakuasi 234 orang," kata Nanang.
Menurut Nanang, data awal menunjukkan terdapat 286 penumpang. Namun, setelah penelusuran lebih lanjut diketahui 50 orang yang sebelumnya tercatat ternyata tidak ikut berangkat sehingga jumlah penumpang diperbarui menjadi 236 orang.
Hingga Senin, dua orang dilaporkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Sementara di Agam, kabar meninggalnya Rino turut menyisakan duka bagi keluarga dan kerabat. Ketua Bukittinggi Press Club, Abdul Fatah, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Rino. "Kita turut berduka atas kepergian almarhum. Beliau orang baik, dan kebaikannya pernah kita rasakan bersama oleh BPC," ujar Abdul Fatah.
Menurut informasi dari keluarga, saat ini proses koordinasi dengan petugas dan pihak berwenang masih dilakukan terkait penanganan jenazah serta rencana pemulangan almarhum ke kampung halamannya dengan rumah duka persis di depan Puskesmas Sungai Pua di Kabupaten Agam.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
