Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Asal Agam Dimakamkan, Keluarga Kenang Detik Terakhir

Wahyu Sikumbang
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Rino Eka Putra di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Rabu (5/8/2026), yang dihadiri keluarga dan warga setempat. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNewsPadang.id — Jenazah Rino Eka Putra (48), korban meninggal dalam kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, tiba di rumah duka di Jorong Tangah Koto, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (5/8/2026).

Setelah disemayamkan beberapa saat di rumah duka, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke Masjid Baiturrahman di Jorong Tanjung Balik, Nagari Sungai Pua, untuk disalatkan. Prosesi salat jenazah diikuti keluarga, kerabat, dan warga yang turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Usai disalatkan, jenazah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga yang berlokasi tidak jauh dari masjid.

Rino, yang akrab disapa Reno, merupakan salah satu korban meninggal dalam peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi saat kapal berlayar di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Menurut keterangan keluarga, saat berangkat korban membawa truk bermuatan barang dagangan dengan tujuan Makassar, Sulawesi. Perjalanan dimulai dari Jakarta melalui jalur darat menuju Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal.


Dina Amrina, adik Rino Eka Putra, menceritakan kronologi keluarga mengetahui kakaknya menjadi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Menurut keluarga, almarhum dikenal sebagai sosok pendiam dan penyayang. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Adik korban, Dina Amrina (38), mengatakan kakaknya semula berencana berangkat menggunakan kapal lain. Namun, karena ada calon penumpang yang membatalkan keberangkatan di KMP Mutiara Sentosa 2, Reno akhirnya menggantikan penumpang tersebut.

"Kami awalnya tidak mengetahui ada Uda Reno di atas kapal yang terbakar jurusan Surabaya-Makassar. Saya menerima informasi dari istri almarhum pada Minggu sore, dan istrinya juga mendapat kabar dari orang lain. Saat itu Da Reno sudah berada di antrean kendaraan untuk naik kapal. Ada teman yang batal berangkat sehingga Da Reno menggantikannya. Senin sore sekitar pukul 18.05 WIB, setelah hasil identifikasi keluar, kami mendapat kepastian bahwa salah satu korban meninggal adalah Uda kami, Rino Eka Putra," kata Dina.

Dina mengatakan keluarga tidak memiliki firasat akan terjadi musibah. Hingga Sabtu (1/8/2026), istri korban masih berkomunikasi dengan almarhum.

Menurutnya, keluarga juga masih sempat berkomunikasi saat korban mengantri di Pelabuhan Tanjung Perak. Bahkan pada Sabtu malam, korban masih melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya.

Keesokan paginya, Minggu (2/8/2026), keluarga memperoleh informasi mengenai kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep. Sejak saat itu, istri dan kerabat berusaha menghubungi korban, tetapi telepon selulernya tidak lagi dapat dihubungi.

Belakangan keluarga memperoleh kepastian bahwa Reno berada di kapal tersebut. Pada Senin, jenazah korban berhasil diidentifikasi.

Keluarga mengaku sangat terpukul atas kepergian Reno. Menurut mereka, almarhum dikenal sebagai pribadi pendiam, tetapi baik terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya.


Keluarga memanjatkan doa di pusara Rino Eka Putra usai prosesi pemakaman di kompleks pemakaman keluarga di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Rabu (5/8/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network