KKN Tematik Palembayan Ditutup, 34 Perguruan Tinggi Kolaborasi Pascabencana

Wahyu Sikumbang
Peserta KKN Tematik dari berbagai perguruan tinggi mengikuti rangkaian penutupan setelah menjalankan pengabdian selama 10 hari di Palembayan, Agam. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X dan LLDikti Wilayah III resmi ditutup di Aula Kampus Universitas Fort de Kock (UFdK) Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (10/8/2026).

Program bertema "Bangkik Basamo Mambangun Nagari" tersebut dilaksanakan selama 10 hari, sejak 1 Agustus 2026, di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang menjadi salah satu wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

Kegiatan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berkolaborasi dalam program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Kepala LLDikti Wilayah X, Dr. Afdalisma, mengatakan program KKN Tematik 2026 merupakan kolaborasi LLDikti Wilayah X dan LLDikti Wilayah III yang melibatkan 34 perguruan tinggi swasta.

"Alhamdulillah, malam ini kegiatan KKN Tematik tahun 2026 Sumatera Barat resmi ditutup. Dan ini merupakan KKN kolaboratif antara LLDikti Wilayah X dengan LLDikti Wilayah III yang diikuti oleh 34 perguruan tinggi swasta di wilayah tesebut. Dan ini bisa melaksanakan seluruh program-program yang sudah dilaksanakan oleh 300 mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Luar biasa. Semoga ini berkelanjutan terus, tidak berhenti sampai di sini," kata Afdalisma.

Sementara itu, Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom, mengatakan LLDikti Wilayah III menunjuk Universitas Budi Luhur sebagai focal point pelaksanaan KKN Tematik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara LLDikti Wilayah X menunjuk UFdK sebagai focal point di Sumatera Barat.

Menurut Arief, program tersebut diikuti 217 peserta dari 34 perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya serta Sumatera Barat. Ia menyebut jumlah tersebut sebagai rekor peserta KKN Tematik terbesar di Indonesia, berdasarkan keterangan yang disampaikannya dalam acara penutupan.

"Kolaborasi ini menghasilkan sebuah rekor peserta KKN Tematik terbesar di Indonesia yaitu sebanyak 217 peserta dari 34 perguruan tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya maupun Sumatera Barat pada umumnya," ujarnya.

Ia mengatakan program kerja KKN Tematik mencakup empat bidang utama, yakni pendidikan, ekonomi kreatif, pertanian, dan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan didampingi dosen pembimbing lapangan.

Arief mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas institusi. "Dan kami menjadikan ini sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki dampak kepada lingkungan, kepada masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Rektor UFdK, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., M.Kes, yang juga menjadi ketua panitia wilayah Sumatera Barat, mengatakan Palembayan dipilih sebagai lokasi KKN Tematik karena wilayah tersebut terdampak bencana.

"Kenapa kita memilih Kabupaten Agam khususnya di Kecamatan Palembayan Karena memang kita ketahui bahwa Agam sangat terdampak bencana kemarin itu dan kita memilih Palembayan itu adalah karena banyak korban di sana, termasuk masyarakat, remaja, dan juga anak-anak seperti itu," ujarnya.

Evi mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut kolaborasi perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam program tersebut, mahasiswa ditempatkan di Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan. Salah satu perguruan tinggi yang terlibat adalah MNC University yang mengirimkan lima mahasiswa dan seorang dosen pendamping lapangan.

Dosen Pendamping Lapangan KKN Tematik 2026 dari MNC University, Topan Dewa Gugat, mengatakan kelompoknya mendapat program pembuatan video profil desa dengan fokus pada potensi ekonomi kreatif. "Kita khusus di agenda 10 hari ini, ini kan agenda yang dilaksanakan oleh LLDikti wilayah 3 dan 10 berkolaborasi membuat sebuah KKN Tematik di Kecamatan Palembayan, nagari nya Salareh Aia dan Salareh Aia Timur," kata Topan.

Menurut dia, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah potensi wisata dan produk makanan tradisional di wilayah tersebut untuk dituangkan dalam video profil desa. "Kita di MNC University ada lima mahasiswa, tiga perempuan dan dua laki-laki dan satu orang dosen pendamping lapangan yaitu saya sendiri," ujarnya.

Selain kegiatan KKN, penutupan juga ditandai dengan deklarasi Konsorsium Mitigasi dan Pemulihan Bencana yang melibatkan perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah.

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam mitigasi dan pemulihan bencana. Afdalisma menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak untuk mendorong inovasi dalam menghadapi persoalan kebencanaan.

Mahasiswa MNC University yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengaku mendapatkan pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat.

Davina, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris MNC University, mengatakan kelompoknya membuat proyek video profil desa dengan merekam sejumlah lokasi dan aktivitas di Salareh Aia Timur. "KKN yang aku ikuti itu di Kabupaten Agam, tepatnya di Salareh Aia Timur. Di sana kami meliput berbagai banyak hal. Kami membuat proyek profil desa untuk kebutuhan wisata di desa tersebut," katanya.

Sementara mahasiswa Desain Komunikasi Visual MNC University, Raka, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya terjun langsung ke lapangan untuk mengerjakan produksi video.

"Selama mengikuti KKN Tematik ini yang pasti seru banget. Apalagi ini juga pertama kali kita terjun ke lapangan langsung dimana kita bertugas untuk membuat video. Ini juga menjadi pengalaman baru bagi kita," ujarnya.

Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University, Dimas, berharap produk video yang dihasilkan dapat membantu memperkenalkan potensi Salareh Aia dan Salareh Aia Timur. Ia juga menyoroti kondisi akses jalan dan keterbatasan transportasi menuju sejumlah lokasi.

"Harapannya tentu saja pembangunannya bisa lebih baik lagi, berjalan dengan lancar dan pemerintah juga cepat untuk melakukan perbaikan karena seperti yang diharapkan para warga di sana juga mereka butuh infrastruktur yang memadai," kata Dimas.

Rangkaian KKN Tematik tersebut ditutup setelah mahasiswa menjalankan program pengabdian selama 10 hari. Kolaborasi LLDikti Wilayah X dan LLDikti Wilayah III selanjutnya diharapkan dapat berlanjut dalam program pemulihan dan penguatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network