Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepak Bola

SM Said
Sebanyak 60 bocah Solok Selatan berlatih sepak bola gratis di SSB Kolonal. Mereka mengejar prestasi sekaligus belajar disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Foto ist

SOLOK SELATAN, iNewsPadang.id - Di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, 60 anak sekolah dasar (SD) memiliki cara positif untuk mengisi waktu setelah belajar. Tiga kali dalam sepekan, mereka meninggalkan gawai dan berkumpul di lapangan untuk berlatih sepak bola bersama di Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal.

Setahun berjalan, SSB Kolonal menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat sepak bola sekaligus menjalani aktivitas yang lebih sehat. 

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) PT Kencana Sawit Indonesia (KSI), Wilmar Group.

Mayoritas anggota SSB Kolonal berusia 11–12 tahun. Mereka mengikuti latihan secara gratis tiga kali seminggu, masing-masing sekitar dua jam.

Anak-anak hanya perlu menyiapkan seragam latihan, sementara sejumlah perlengkapan, seperti bola, berasal dari sumbangan karyawan perusahaan.
Di balik kegiatan tersebut terdapat Yasril Awan, karyawan PT KSI yang sehari-hari bekerja sebagai civil engineer.

Yasril merupakan penggagas SSB Kolonal sekaligus turun langsung menjadi pelatih bagi anak-anak.

Menurut Yasril, ide mendirikan SSB berawal dari keinginan menyediakan aktivitas positif bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sepak bola bukan hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga dapat membentuk kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat.

“Sepak bola bukan hanya tentang bermain dan berkompetisi, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat,” ujar Yasril.

Selain berlatih rutin, anak-anak SSB Kolonal mulai mengikuti sejumlah turnamen sepak bola tingkat Kabupaten Solok Selatan.

Ke depan, mereka menyimpan mimpi lebih besar, yakni membawa nama Solok Selatan hingga Sumatera Barat dan nasional dalam kompetisi sepak bola usia dini.

“Kami berharap dari sini muncul bibit-bibit pesepak bola yang bisa berprestasi. Tetapi yang paling penting, anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar bekerja sama, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan disiplin,” katanya.

Bagi Yasril, SSB Kolonal tidak semata-mata tentang mencetak pemain sepak bola. Lapangan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, sekaligus mengembangkan potensi sejak dini.

“Harapannya, aktivitas ini tidak hanya mengasah talenta anak-anak, tetapi juga membantu menyiapkan mereka menjadi generasi masa depan yang unggul,” ujarnya

Editor : Suriya Mohamad Said

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network