Viral Kondisi Gajah Zidan di Kebun Binatang Bukittinggi, Pengelola Jelaskan Alasan Dirantai

Wahyu Sikumbang
Kondisi gajah Sumatra jantan Zidan di TMSBK Bukittinggi menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kakinya dirantai viral di media sosial. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Kondisi gajah Sumatra jantan bernama Zidan (40) di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan satwa tersebut dirantai viral di media sosial.

Sorotan itu muncul setelah aktivis sekaligus musisi Melanie Subono mengunggah video Zidan di kandangnya dengan kaki dirantai pendek. Dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (13/9/2026), Melanie menyebut gajah tersebut telah berada dalam kondisi serupa selama bertahun-tahun.

"HELP ZIDAN... 3 tahun di rantai pendek. KALO SOP kalian rante pendek karna TAKUT, NGAPAIN naro gajah???" tulis Melanie.

Melanie menilai perlakuan tersebut tidak sejalan dengan prinsip animal welfare. Menurutnya, gajah yang terus-menerus dirantai berpotensi mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental.


Wisatawan mengamati gajah Sumatera Zidan dan Lia di kandang TMSBK Bukittinggi, Minggu (13/9/2026). Kondisi Zidan menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kakinya dirantai viral di media sosial. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

"Taukah kalian kalau gajah terus dirantai: yang pasti bukan welfare-nya, fisik mereka hancur karna gajah HARUS jalan, kuku otot dan sendi mereka rusak, bisa jadi obesitas, STRESS," tulisnya.

Sejumlah pengunjung juga menyampaikan keprihatinan. Afta dan Desi Susanti, wisatawan asal Pasaman Barat yang berkunjung ke TMSBK pada Minggu (13/9/2026), mengaku merasa kasihan melihat kondisi Zidan yang terikat.

"Karena misalnya kan dia itu jalan-jalan ke sana kemari, sekarang diikat kan kasihan gitu," ujar mereka.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Daya Tarik Wisata Kawasan Konservasi (DTWKK), Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Zulfa Yonabri, ST, mengatakan pemasangan rantai terhadap Zidan merupakan bagian dari prosedur operasional karena satwa tersebut dinilai agresif.

"Kita sendiri di TMSBK, pengelola yang ada di Bukittinggi ini memang secara SOP gajah ini memang dirantai, tapi memang kan kadang-kadang ada dilepaskan rantainya sesekali. Tapi perlakuan untuk Zidan ini memang dirantai selalu karena si gajah Zidan ini memang cukup agresif. Makanya kita selalu rantai dan sudah banyak mahout atau pawang-pawang sebelumnya yang jadi korban oleh si Zidan ini," katanya.

Ia menjelaskan, gajah beserta satwa dilindungi lainnya di TMSBK berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Menurutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi telah beberapa kali menyampaikan permohonan agar Zidan direlokasi.

"Jadi kita sudah beberapa kali menyurati BKSDA untuk merilis atau melepaskan Zidan. Kemudian tahun kemarin saya lupa tanggalnya atau bulannya Menteri Kehutanan juga datang ke sini dan sudah disampaikan oleh Bapak Wali Kota kepada menteri beserta dirjen yang membidangi ini dan sudah ada perintah waktu itu untuk pelepasannya. Mungkin berbagai hal hambatan dan mungkin anggaran lah atau apalah dari BKSDA untuk pelepasan ini maka sampai saat ini belum dirilis," ujarnya.

Zulfa juga mengatakan BKSDA terus melakukan pengawasan terhadap satwa-satwa dilindungi di TMSBK, termasuk gajah, harimau, dan orangutan. Ia menyebut proses pelepasliaran atau relokasi memerlukan tahapan dan regulasi yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami akan evakuasi gajah tersebut. Saat ini masih koordinasi dengan pusat latihan gajah yang ada. Mohon dukungannya, semoga segera bisa dilakukan," kata Hartono saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.

Ia menambahkan, BKSDA juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi mengenai rencana tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan, Zidan telah berada di TMSBK sejak 2001 dan saat ini ditempatkan dalam satu kandang bersama gajah Sumatra betina bernama Lia.

Di sisi lain, video yang direkam pihak TMSBK memperlihatkan gajah Lia pada kesempatan tertentu dilepas bersama pawang untuk dimandikan dan diberi makan.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network