BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi periode 2026–2031 menjadi ajang perebutan kursi ketua antara petahana H. Taufik Hidayat dan Rama Gusriyanto.
Muscab digelar di Aula Balai Sidang Bung Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi, Kamis (17/9/2026), mengusung tema "Memperkuat Sinergi PHRI untuk Pariwisata Bukittinggi yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan."
Ketua Steering Committee (SC) Muscab, Agus Sasimintarso, mengatakan terdapat dua kandidat yang maju dalam pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031, yakni H. Taufik Hidayat yang saat ini masih menjabat Ketua BPC PHRI Bukittinggi dan Rama Gusriyanto, pemilik Hotel Monopoli Bukittinggi.
"Tentu suara pemilih akan terpecah dua setelah para kandidat menyampaikan visi dan misi mereka," kata Agus.
Sekitar 85 peserta dan undangan menghadiri Musyawarah Cabang BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031 di Aula Balai Sidang Bung Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
Ketua Organizing Committee (OC) Muscab, Desy Azulmi, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 85 peserta dan undangan. Mereka terdiri atas pengurus DPD PHRI Sumatera Barat, pengurus BPC PHRI Bukittinggi, serta utusan resmi dari 37 usaha hotel dan restoran anggota BPC PHRI Bukittinggi.
Menurut Desy, keanggotaan tersebut tidak hanya mencerminkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga berkaitan dengan investasi, lapangan pekerjaan, serta aktivitas ekonomi yang menopang sektor pariwisata di Kota Bukittinggi.
Muscab turut dihadiri Ketua DPD PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran, Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2021–2026 H. Taufik Hidayat, Sekretaris Bamy Enely, Bendahara Dessy Andriany, Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Robby Novaldi yang mewakili Wali Kota Bukittinggi, Kapolres Bukittinggi Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, Danramil 01 Bukittinggi Mayor Inf. Karyanto yang mewakili Dandim, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran mengajak para pemilik hak suara mendengarkan visi dan misi kedua kandidat sebelum menentukan pilihan. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan basis data organisasi agar PHRI dapat menjalankan fungsi sebagai wadah pelaku usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor pariwisata.
Rina menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 150 usaha akomodasi di Kota Bukittinggi, sementara 34 di antaranya tercatat sebagai anggota PHRI.
Menurutnya, organisasi juga perlu memiliki data yang lebih lengkap untuk mendukung penyusunan kebijakan dan perlindungan kepentingan anggota.
Ketua DPD PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran menyampaikan sambutan pada Muscab BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031 di Hotel Monopoli Bukittinggi. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
Mewakili Wali Kota Bukittinggi, Robby Novaldi mengatakan PHRI merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Bukittinggi mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
"Keberadaan PHRI merupakan mitra strategis dan stakeholder utama Kota Bukittinggi, karena Bukittinggi merupakan kota wisata. Kita selama ini telah bermitra dan akan terus bermitra dengan sektor pariwisata," kata Robby.
Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi Robby Novaldi menyampaikan kata sambutan sebelum membuka Muscab PHRI Bukittinggi. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
Robby kemudian membuka Muscab PHRI Bukittinggi secara resmi yang ditandai dengan pemukulan alat musik tambua bersama.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
