Polisi Sikat Balap Liar di Bukittinggi: 15 Motor Disita, Warga Apresiasi Tindakan Tegas

“Banyak orang tua dan warga yang resah dengan aktivitas balap liar ini, mereka takut anaknya ikut serta atau menjadi korban kecelakaan meski hanya menonton di pinggir jalan,” katanya.
Ia berharap operasi dapat dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Mungkin bisa melibatkan perwakilan organisasi pemuda daerah atau Parik Paga Nagari. Kami meyakini semua pihak sepakat Bukittinggi bebas dari aksi balap liar atau pengendara ugal-ugalan di jalan,” ujar Lelo.
Berdasarkan informasi warga, sejumlah lokasi yang kerap dijadikan arena balapan di antaranya Jalan Bypass, Gulai Bancah, Jalan Jenderal Sudirman, hingga kawasan Taman Jam Gadang. Arena balap liar ini bahkan di beberapa titik mengganggu kenyamanan wisatawan karena dekat hotel dan penginapan.
Pelaku balap liar disebut bukan hanya berasal dari Bukittinggi, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Kamang, Sianok, Matur, hingga Palupuah.
Sebelumnya, warga bahkan kerap berjaga dengan membawa kayu dan batu untuk menakut-nakuti pembalap liar. Namun cara itu dinilai berisiko memicu kecelakaan fatal.
Karena itu, masyarakat berharap polisi terus mengintensifkan operasi, menerapkan tilang, dan mengandangkan motor para pelanggar demi memberi efek jera.
Editor : Wahyu Sikumbang