Identifikasi Berlanjut, Enam Jenazah Korban Banjir Bandang Palembayan Dimakamkan
AGAM, iNEWSPadang.ID — Enam potongan tubuh yang diduga korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dimakamkan di Kompleks Tempat Pemakaman Umum Pemerintah Kabupaten Agam, Kampuang Baru, Sungai Jariang, Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026).
Pemakaman dilakukan setelah seluruh jenazah menjalani proses penanganan medis dan forensik di RSUD Lubuk Basung.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bertindak sebagai imam salat jenazah sekaligus memimpin langsung prosesi pemakaman.
Sebelum dimakamkan, enam potongan tubuh tersebut disimpan di lemari pendingin bantuan Polda Riau di RSUD Lubuk Basung.

Tim forensik RSUD Lubuk Basung juga telah mengambil sampel DNA guna mendukung proses identifikasi dan pencocokan dengan data keluarga korban yang dilaporkan hilang.
Kapolda Sumatera Barat menjelaskan bahwa proses identifikasi korban terus menunjukkan perkembangan.
“Kemudian dari 16 saudara kita itu kemarin empat sudah diambil keluarga karena sudah teridentifikasi. Hari ini juga yang enam orang ini sudah teridentifikasi, tinggal kita menunggu pembanding keluarganya,” ujar Gatot.
Hal senada disampaikan Bupati Agam Benni Warlis. Ia menyebut pemakaman hari ini merupakan bagian dari penanganan korban yang telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Hari ini kita telah memakamkan saudara kita korban yang terakhir dari yang teridentifikasi dari rumah sakit bersama DVI Polri. Artinya semua identifikasinya sudah ada, tinggal kita menunggu disesuaikan dengan keluarga-keluarganya nanti yang datang,” katanya.
Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Agam menyiapkan peti mati, papan bunga, serta papan tanda pengenal dengan label khusus.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan pencatatan dan penelusuran data jenazah apabila di kemudian hari proses identifikasi lanjutan berhasil memastikan kecocokan dengan pihak keluarga.

Prosesi pemakaman dihadiri jajaran Polda Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam, tim RSUD Lubuk Basung, serta warga setempat.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga 6 Januari 2026 pukul 23.30 WIB, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 tercatat menyebabkan 165 orang meninggal dunia, 37 orang masih dinyatakan hilang, tiga orang menjalani perawatan, serta 3.246 warga mengungsi.
Secara keseluruhan di Sumatera Barat, total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 253 orang, dengan 222 jenazah telah teridentifikasi dan 31 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Pemerintah daerah menyatakan saat ini Agam telah memasuki masa transisi menuju pemulihan.
Cuaca yang mulai membaik dimanfaatkan untuk melanjutkan pembersihan puing serta perbaikan infrastruktur vital, termasuk jembatan dan akses jalan yang rusak akibat bencana.
Editor : Wahyu Sikumbang