Dari Nongkrong ke Membaca, Gerakan Literasi FLP Paliko Masuk Kafe
PAYAKUMBUH,iNewsPadang.id-Suasana kafe yang identik dengan obrolan santai kini mulai dipadukan dengan aktivitas literasi. Inilah yang dilakukan Forum Lingkar Pena Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota (FLP Paliko) melalui program donasi buku di Toko Kopi Sudut, Sabtu (2/5/2026).
Di tengah gerimis yang turun perlahan, para pegiat literasi itu datang membawa misi sederhana: mendekatkan buku ke ruang yang akrab bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional yang diinisiasi Badan Pengurus Pusat FLP dalam rangka milad ke-29 organisasi tersebut.
Ketua FLP Paliko, Syamil Ridha, menyebut pendekatan ini sengaja dipilih untuk menjangkau generasi Z dan Alpha dengan cara yang lebih relevan.
“Kafe dipilih sebagai lokasi kegiatan karena telah menjadi salah satu ruang berkumpul favorit generasi muda, sehingga diharapkan mampu menjadi titik temu antara budaya nongkrong dan budaya membaca,” ujar Syamil Ridha.
Puluhan buku yang didonasikan berasal dari kontribusi pengurus dan anggota FLP Paliko, dengan dukungan dari TBM Pustaka Dua-2 dan Rumah Cahaya Al Lhatif. Koleksi tersebut kini menambah bahan bacaan yang bisa diakses langsung oleh pengunjung kafe.
Syamil menegaskan, pemilihan Kopi Sudut bukan tanpa alasan. Tempat ini dinilai memiliki komitmen menghadirkan ruang baca terbuka bagi masyarakat.
“Kopi Sudut dipilih sebagai penerima donasi karena komitmennya menyediakan ruang baca melalui koleksi buku yang dapat diakses pengunjung, menjadikannya sebagai salah satu ruang publik yang ramah literasi di Kota Payakumbuh,” kata Syamil.
Didampingi Sekretaris FLP Paliko, Rizastra Lhatifa Hanum, ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas komunitas untuk memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.
“Gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar budaya membaca dapat tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pihak kafe menyambut baik inisiatif tersebut. Nabila, barista Toko Kopi Sudut, mengaku tambahan koleksi buku akan memperkaya pengalaman pengunjung.
“Semoga kehadiran koleksi buku tambahan dapat semakin meningkatkan minat baca pengunjung kafe,” kata Nabila, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi literasi yang menghadirkan Ketua FLP Sumatera Barat, Lindawati, serta Rahmi Prayanti dari Rumah Cahaya Al Lhatif. Diskusi tersebut mengangkat tantangan membaca di kalangan generasi muda.
Menurut Lindawati, rendahnya minat baca bukan sepenuhnya persoalan kemauan, melainkan keterbatasan akses dan fasilitas yang mendukung.
“Melalui kegiatan ini semoga FLP Paliko dapat terus menghadirkan gerakan literasi di ruang-ruang publik yang dekat dengan generasi muda, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berkolaborasi dalam membangun budaya membaca yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang lebih kontekstual, FLP Paliko berharap literasi tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir di tengah aktivitas keseharian anak muda bahkan saat mereka sekadar menikmati secangkir kopi.
Editor : Agung Sulistyo