Koarsa Bidik Maninjau untuk Musala ke-10, Jawab Keluhan Toilet Wisata yang Kotor
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Yayasan Koarsa (Konco Arek Sahati) terus memperkuat kiprahnya di bidang sosial dan keagamaan di Sumatera Barat. Organisasi yang berdiri sejak 2018 itu kini menyiapkan pembangunan musala ke-10 yang direncanakan berlokasi di kawasan wisata Maninjau, Kabupaten Agam.
Ketua Koarsa, Yv Tri Saputra, mengatakan yayasan yang dipelopori alumni angkatan 1988 SLTA/SMA di Bukittinggi tersebut saat ini memiliki sekitar 200 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Selain aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Koarsa juga tengah mendorong regenerasi dengan mengajak lebih banyak kalangan muda untuk bergabung.
"Sejak awal kami berkomitmen agar seluruh bantuan dari donatur maupun program CSR disalurkan 100 persen untuk masyarakat. Biaya operasional organisasi kami tanggung sendiri melalui iuran anggota," kata Yv Tri Saputra saat menggelar pertemuan internal Koarsa di Monopoli Hotel Bukittinggi, Minggu (31/5/2026).
Selama beberapa tahun terakhir, Koarsa terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana alam, sunatan massal, operasi katarak, hingga pembangunan musala dan masjid di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Peran organisasi itu juga terlihat saat bencana melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Saat itu, panitia kegiatan Minang Geopark Run dialihkan untuk membantu penanganan darurat dengan mendirikan sekitar enam hingga tujuh dapur umum di kawasan Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Menurut Yv, langkah tersebut dilakukan karena Malalo menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah, namun pada awal masa tanggap darurat masih minim bantuan.
Tidak hanya itu, pada momentum Iduladha lalu, Koarsa juga menyalurkan tujuh ekor hewan kurban kepada masyarakat di Malalo sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Saat ini, Koarsa tengah mempersiapkan pembangunan musala ke-10 yang mendapat dukungan dari salah seorang pembina yayasan, Angkasa Dipua, purnawirawan jenderal bintang tiga TNI Angkatan Laut sekaligus sahabat masa kecil Yv Tri Saputra.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di kawasan Maninjau. Namun sebelum pembangunan dimulai, tim yayasan akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat serta tingkat penerimaan warga setempat terhadap program tersebut.
Konsep bangunan yang akan diterapkan mengacu pada musala ke-9 yang telah dibangun di kawasan wisata Puncak Tabiang, Pandai Sikek. Musala tersebut dirancang oleh arsitek alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2004 dengan mengedepankan desain yang rapi, nyaman, dan didukung fasilitas toilet yang bersih.
Yv menilai keberadaan tempat ibadah dan toilet yang bersih masih menjadi persoalan di sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat. Karena itu, Koarsa ingin mengambil peran sebagai pelopor penyediaan fasilitas umum yang layak bagi wisatawan dan masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan musala dan toilet yang benar-benar bersih di kawasan wisata. Ini kebutuhan sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kenyamanan pengunjung dan citra pariwisata daerah," ujarnya.
Melalui program tersebut, Koarsa berharap dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik di berbagai kawasan wisata Sumatera Barat.
Editor: Wahyu Sikumbang