Lansia Hilang di Hutan Canduang Ditemukan Selamat dalam Kondisi Lemas dekat Hutan Pinus
AGAM, iNewsPadang.id — Syafrida (67), perempuan lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Kamis (6/8/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 10:00 WIB di jalur pendakian atau tanjakan Aia Tabek Gadang menuju kawasan hutan pinus Bukik Batabuah dalam kondisi lemas.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus Putra Tunggal, membenarkan bahwa Syafrida telah ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (5/8/2026).
Sebelumnya, keluarga telah mengajukan permohonan bantuan pencarian kepada Camat Canduang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, dan Tim SAR setelah Syafrida tidak kembali ke rumah.
Berdasarkan laporan keluarga, Syafrida diketahui mulai mengalami kepikunan sehingga dikhawatirkan mengalami kesulitan menemukan jalan pulang. Sebelum ditemukan, ia dilaporkan terakhir terlihat berjalan menuju arah Jorong Batang Silasiah, Tabek Gadang, yang mengarah ke kawasan hutan.
Sebelum korban ditemukan, pemerintah nagari bersama unsur masyarakat sempat menghentikan sementara pencarian pada Rabu malam sekitar pukul 23.45 WIB. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan Wali Nagari, Wali Jorong, KSB, Linmas, pemuda, keluarga, dan masyarakat karena hujan, kabut tebal, serta keterbatasan peralatan yang dinilai berisiko bagi keselamatan tim pencari.
Pencarian sedianya dijadwalkan dilanjutkan pada Kamis pagi pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di Tabek Gadang, Bukik Batabuah, serta melibatkan unsur masyarakat bersama tim potensi SAR, BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri.
Setelah ditemukan, petugas memberikan asupan makanan dan minuman kepada Syafrida sebagai penanganan awal di lokasi. Selanjutnya, korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan sekaligus memulihkan kondisi kesehatannya.
Dari pemeriksaan awal, korban diduga lemas karena seharian selama tersesat tidak makan, tidak minum dan tidak dapat istirahat yang layak.
Editor : Wahyu Sikumbang