Angkutan Sekolah Gratis Bukittinggi Mulai Beroperasi 5 Oktober, Ini Jadwalnya
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyiapkan 53 unit angkutan umum untuk melayani 874 pelajar SMP melalui program angkutan sekolah gratis. Program yang menjadi bagian dari unggulan Pendidikan Gemilang ini direncanakan mulai beroperasi pada Senin (5/10/2026).
Persiapan program tersebut memasuki tahap akhir setelah Pemko Bukittinggi dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menandatangani perjanjian kerja sama di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Bukittinggi, Kamis (1/10/2026).
Kepala Dishub Bukittinggi, Elza Aulia, mengatakan program ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan, pendataan siswa, sosialisasi awal, hingga pendataan dan verifikasi kendaraan angkutan umum.
"Kita sudah melalui berbagai tahapan. Mulai dari perencanaan, kemudian tahapan pelaksanaan, pendataan siswa, sosialisasi awal, pendataan dan verifikasi angkutan hingga nanti pelaksanaannya," kata Elza.
Dalam pelaksanaannya, setiap pelajar yang telah terdata akan mendapatkan dua karcis setiap hari untuk perjalanan pergi dan pulang sekolah. Karcis tersebut akan disalurkan melalui pihak sekolah kepada siswa yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
Elza menyebutkan, hingga saat ini terdapat 874 pelajar SMP yang telah terdata melalui formulir Google sesuai kebutuhan transportasi mereka.
Layanan angkutan sekolah gratis tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 06.30 hingga 07.30 WIB untuk keberangkatan sekolah. Sementara itu, layanan pulang sekolah dapat dimanfaatkan pada pukul 12.00 hingga 18.30 WIB.
Dari total 478 unit angkutan umum yang beroperasi di Bukittinggi, baru 53 kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melayani program tersebut.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi, Dedi Syafrizal, menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi kendaraan, pajak, kelayakan kendaraan atau uji KIR, serta kelengkapan administrasi pengemudi.
"Kita sudah cek secara keseluruhan, melalui koperasi yang ada. Kita cek kendaraannya, kondisinya, seperti pajaknya, keur (kir)-nya, hingga administrasi dari sopir angkutan itu sendiri. Jadi dari 478 unit angkutan umum yang ada di Bukittinggi ini, baru ada 53 yang memenuhi syarat, terdiri dari 47 dari Ikabe, 5 Mersi dan 1 Kopajag," jelasnya.
Dedi mengatakan jumlah armada yang memenuhi persyaratan masih berpeluang bertambah seiring dengan kendaraan lain yang melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
Sementara itu, 874 pelajar yang telah terdata berasal dari delapan SMP negeri di Bukittinggi. Rinciannya, SMP Negeri 1 sebanyak 206 siswa, SMP Negeri 2 sebanyak 75 siswa, SMP Negeri 3 sebanyak 19 siswa, SMP Negeri 4 sebanyak 176 siswa, SMP Negeri 5 sebanyak 23 siswa, SMP Negeri 6 sebanyak 26 siswa, SMP Negeri 7 sebanyak 279 siswa, dan SMP Negeri 8 sebanyak 40 siswa.
Pemko Bukittinggi menyatakan peluncuran resmi program angkutan sekolah gratis akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Adapun operasional awal layanan direncanakan berlangsung mulai Senin (5/10/2026).
Editor: Wahyu Sikumbang