GIE BEI SMA Katolik Xaverius Padang Raih Predikat Teraktif pada CMSE 2026 BEI
PADANG, iNewsPadang.id — Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIE BEI) SMA Katolik Xaverius Padang menjadi Galeri Investasi BEI teraktif. Capaian tersebut menjadi salah satu informasi yang mewarnai penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.
Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukasi pasar modal, mulai dari seminar utama, talkshow perencanaan keuangan, edukasi investasi, pasar modal syariah, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia keuangan.
Rangkaian seminar CMSE 2026 juga disiarkan secara langsung melalui YouTube sehingga masyarakat dapat mengikuti berbagai sesi edukasi tersebut secara daring.
Dalam kegiatan ini, BEI mengangkat sejumlah tema pembahasan yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan investasi. Seminar utama bertajuk “Indonesia's Economic & Investment Outlook” menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan.

Selain itu, terdapat talkshow perencanaan keuangan bertajuk “Financial Freedom Roadmap” dan talkshow pasar modal yang membahas perkembangan serta peluang investasi di pasar modal Indonesia.
Edukasi investasi juga mencakup pasar modal syariah melalui tema “Investlife Balance: Profit Halal, Berkah Maksimal”. Sementara itu, pemanfaatan instrumen investasi emas dibahas dalam talkshow ETF Emas bertajuk “Investasi Emas, Naik Level!”.
CMSE 2026 turut menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan teknologi keuangan melalui talkshow “Naik Level Bersama AI: Investasi Makin Cerdas di Era Keuangan Digital”. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi Inspiration Talk dan Inspirasi Generasi Muda.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peningkatan jumlah investor pasar modal perlu diiringi dengan pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.
Menurut Jeffrey, masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai, perencanaan matang, dan konsistensi sebelum menentukan pilihan investasi.
“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey dalam sambutannya pada pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, setiap orang memiliki titik awal, kemampuan, dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai pilihan instrumen investasi serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
Penyelenggaraan CMSE 2026 merupakan bagian dari upaya BEI bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penghimpunan dana jangka panjang dan perluasan akses investasi.
Selain seminar dan talkshow, CMSE 2026 menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant. Peserta pameran terdiri atas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SRO beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta mitra lainnya.
Berdasarkan data BEI per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas edukasi pasar modal. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal investasi, tetapi juga memahami karakteristik produk, potensi risiko, serta pentingnya mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan tujuan keuangan.
Melalui CMSE 2026, BEI mendorong masyarakat untuk semakin mengenal pasar modal dan memiliki pemahaman yang cukup sebelum memulai investasi.
Editor: Wahyu Sikumbang