get app
inews
Aa Text
Read Next : Pacu Kuda Merdeka Cup Digelar di Payakumbuh, Peserta Datang dari Sejumlah Daerah

Kabut Asap Selimuti Bukittinggi, Anak dan Lansia Disarankan Kurangi Aktivitas di Luar

Jum'at, 04 September 2026 | 05:05 WIB
header img
Kabut asap terlihat menyelimuti kawasan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, saat kualitas udara mengalami perubahan pada awal September 2026. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir. Konsentrasi partikulat PM2.5 diprakirakan meningkat pada Jumat (4/9/2026), dengan nilai maksimum 67,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat dan diprakirakan terjadi pada dini hari.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan ISPU, prakiraan konsentrasi PM2.5 di Bukittinggi pada Kamis (3/9/2026) sebesar 20,5 µg/m³ dengan kategori kualitas udara sedang. Konsentrasi maksimumnya diprakirakan mencapai 42 µg/m³.

"Sedangkan untuk prakiraan tanggal 4 September, konsentrasi PM2,5 sebesar 35.8 mikrogram/M3 kategori kualitas udara 'Sedang' dengan konsentrasi pm2,5 maksimum sebesar 67.2 mikrogram/M3 kategori kualitas udara 'tidak sehat' yang diprakirakan terjadi pada dinihari nanti," kata Sugeng.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan menyarankan kelompok rentan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan apabila mereka tetap harus beraktivitas di luar.


Murid menggunakan masker saat bermain di halaman sekolah di kawasan Kubu Gulai Bancah, Bukittinggi, di tengah kondisi udara berkabut. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

"Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan masih dapat melaksanakan kegiatan, namun untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan disarankan agar mengurangi kegiatan di luar ruangan, jika sangat dibutuhkan maka dianjurkan menggunakan masker," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ramli, berdasarkan arah angin dominan dari tenggara dan selatan atau bagian timur Sumatera Barat, potensi pencemaran dapat berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi. Potensi lainnya disebut berasal dari wilayah yang berbatasan dengan Riau, seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Namun, data yang tersedia belum memastikan secara definitif lokasi kebakaran atau sumber utama kabut asap yang memengaruhi udara Bukittinggi.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut