Huntap Korban Banjir Bandang Agam Diresmikan, Pertama dan Tercepat di Sumbar

Wahyu Sikumbang
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbar mewakili Gubernur Sumbar menyerahkan kunci hunian tetap kepada korban banjir bandang Sungai Landia di Jorong Kampuang Ateh, Kabupaten Agam, Senin (12/1/2026). Foto: Wahyu Sikumbang

“Ini baru satu unit dan akan ada berikutnya. Untuk Agam baru satu, tapi di tempat lain juga sudah berjalan. Target kami minimal 20 unit sebagai lembaga yang baru berdiri,” kata Zulfamiadi sembari berharap rumah tersebut membawa kebahagiaan bagi penerima sekaligus menjadi amal jariyah bagi para donatur.

Karang Waluh Group yang diwakili oleh Direktur Wendy Dainury menambahkan bahwa proses pembangunan sempat terkendala cuaca dan longsor susulan sehingga distribusi material dilakukan bertahap. Meski demikian, rumah berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu sejak akses jalan dinyatakan aman. Ia berharap semakin banyak pihak yang tergerak membangun hunian tetap bagi warga terdampak, mengingat kebutuhan masih sangat besar.

Kegiatan peresmian turut dihadiri Bupati Agam yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Taslim, Camat IV Koto Subchan, Wali Nagari Sungai Landia Refli Suhelmi, Kepala Jorong Kampuang Ateh Awaludin, serta perwakilan Karang Waluh Group.

Berdasarkan data pemerintah, rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat pada November 2025 mengakibatkan ribuan rumah terdampak. Secara keseluruhan tercatat 5.077 rumah rusak berat, 2.981 rusak sedang, 6.895 rusak ringan, 37.567 terendam, dan 775 rumah hilang atau hanyut.


Data kerusakan rumah di Kabupaten Agam per 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB menunjukkan ribuan unit terdampak banjir bandang dan longsor, dengan ratusan rumah rusak berat hingga hanyut, sementara proses pemulihan masih terus berlangsung.

Di Kabupaten Agam saja, rumah rusak berat mencapai 2.364 unit, rusak sedang 110 unit, rusak ringan 265 unit, terendam 2.597 unit, dan hilang atau hanyut 366 unit. Khusus Kecamatan IV Koto, tercatat lima rumah hanyut, 45 rusak berat, 25 rusak sedang, dan 17 rusak ringan.

Saat ini pemerintah bersama BNPB masih mempercepat pembangunan hunian sementara di sejumlah titik sambil mendorong partisipasi berbagai pihak untuk mewujudkan hunian tetap bagi para korban, agar pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Editor : Wahyu Sikumbang

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network