Ketua panitia, Mulyadi, menjelaskan rangkaian acara diawali dengan arak-arakan penyambutan niniak mamak dari Simpang Tabiang menuju lokasi acara. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan ceramah agama dan adat oleh Buya Zulhamdi Malin Mudo, serta pembagian doorprize bagi peserta.
“Kegiatan ini murni untuk mempererat hubungan mamak dan kemenakan. Saat ini masih banyak yang belum saling mengenal karena jumlah penghulu yang cukup banyak, sehingga melalui halalbihalal ini diharapkan bisa saling mengenal lebih dekat,” kata Mulyadi.
Ketua panitia, Mulyadi, didampingi Ketua Pemuda Pemudi Ampek Ibu memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan halalbihalal Ampek Ibu VII Toboh, Kamis (26/3/2026). Foto: Wahyu Sikumbang
Ia menambahkan, seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari partisipasi anak kemenakan, baik yang berada di perantauan maupun di kampung. Selain itu, unsur nagari dan masyarakat setempat juga turut dilibatkan dalam penyelenggaraan acara.
Dengan mengusung slogan “Basamo mangkonyo bisa, basamo mangkonyo manjadi”, kegiatan ini menjadi penanda kuatnya semangat persatuan masyarakat Ampek Ibu VII Toboh dalam menjaga adat, mempererat ukhuwah, dan membangun kebersamaan lintas generasi.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
