“Kami berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini agar pelaku ekonomi kreatif mampu menghasilkan karya visual berkualitas dan memperkenalkan produk lokal hingga ke pasar global,” ujarnya.
Untuk memastikan materi relevan dengan kebutuhan industri, program ini menghadirkan sejumlah mentor profesional dari berbagai bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan lanjutan selama tiga minggu untuk menyusun portofolio profesional.
Ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S., menyebut kolaborasi ini membawa standar industri langsung ke daerah. “Peserta belajar langsung dari praktisi mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelasnya.
Selain pembekalan materi, peserta juga berkesempatan memperoleh apresiasi dari OPPO Indonesia serta hadiah dari IDA sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif.
Direktur Periklanan Kemenekraf, Andy Ruswar, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta selama pelatihan berlangsung. Ia berharap semangat tersebut terus berlanjut dalam pendampingan berikutnya hingga benar-benar melahirkan pelaku ekonomi kreatif yang kompeten.
Menurut Andy, keberhasilan program ini membuka peluang untuk dilaksanakan di daerah lain. “Harapannya semakin banyak talenta periklanan digital yang tumbuh dan mampu mendorong perkembangan UMKM di berbagai daerah,” katanya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
