80 Kuda Berlaga di Derby Bukittinggi–Agam 2026, Dongkrak Wisata dan Ekonomi

Wahyu Sikumbang
Empat ekor kuda berpacu di lintasan, menyedot antusiasme penonton Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi–Agam 2026 di Gelanggang Bukit Ambacang, Minggu (26/4/2026). (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi–Agam 2026 di Gelanggang Bukit Ambacang, kawasan perbatasan kedua daerah, Minggu (26/4/2026). Ajang ini diikuti sekitar 80 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga provinsi tetangga, dengan total hadiah mencapai Rp317 juta.

Ketua Panitia Pelaksana, Januar Jamil, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mempertandingkan 19 race dari berbagai kelas, mulai dari tradisional draf bogie hingga kelas paling bergengsi, Derby. “Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi–Agam 2026 diikuti oleh 80 ekor kuda yang akan berlaga dalam 19 race dari berbagai kelas,” ujarnya.

Kegiatan ini didukung anggaran dari APBD Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, serta kontribusi dana pokok pikiran dari APBD Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, dukungan juga datang dari KONI, Pordasi, dan sejumlah sponsor.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya event tersebut. Ia menilai, pacu kuda tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya lokal.


Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, disaksikan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama unsur Forkopimda kedua daerah, memukul gong sebagai tanda resmi dimulainya pacuan kuda, Minggu (26/4/2026). (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pacu kuda sebagai agenda rutin dua kali dalam setahun, yakni pada April dan Desember. Penjadwalan ini disusun agar tidak berbenturan dengan kalender pacuan di daerah lain serta memberi kepastian bagi pemilik dan pelatih kuda.

“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi alek anak nagari yang memberi dampak ekonomi serta kemajuan bagi dunia pacuan kuda di daerah,” kata Ramlan.

Ia juga mengungkapkan rencana penyesuaian jadwal Wisata Derby ke bulan Desember sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Menurutnya, faktor kesiapan kuda, termasuk distribusi dari luar daerah seperti Pulau Jawa, menjadi pertimbangan penting dalam penentuan waktu.

Editor : Wahyu Sikumbang

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network