Selain itu, pemerintah daerah berencana mengusulkan format kompetisi berjenjang melalui Pordasi Sumatera Barat, termasuk skema Triple Crown dengan tiga seri jarak 1.400, 1.500, hingga 1.600 meter untuk meningkatkan daya saing pacuan.
Untuk mendorong partisipasi, panitia memberikan kemudahan berupa keringanan biaya pendaftaran pada beberapa kategori lomba. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta sekaligus mendukung pertumbuhan peternakan kuda pacu di daerah.
Ajang Pacu Kuda Wisata Derby 2026 secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Prosesi pembukaan juga ditandai dengan penyerahan bendera gelanggang dari niniak mamak kepada panitia sebagai simbol dimulainya perlombaan.
Kehadiran peserta dari luar daerah turut memperkuat posisi kegiatan ini sebagai agenda regional yang potensial menarik kunjungan wisatawan dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
