BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, secara resmi membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar di Aula MUI Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara kelompok peternak dan komunitas Kita Bisa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyembelihan hewan sesuai syariat Islam.
Perwakilan Kita Bisa, Tomi, menjelaskan bahwa Juleha merupakan lembaga yang berperan dalam membimbing tata cara penyembelihan halal sekaligus memfasilitasi sertifikasi halal melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Ia menekankan pentingnya pelatihan ini untuk memastikan setiap proses penyembelihan memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori dan praktik penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat Juleha, serta memastikan setiap proses penyembelihan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ujar Tomi.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Aidil Alfin, menambahkan bahwa prinsip konsumsi halal tidak hanya ditujukan bagi umat Islam, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan. Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis hewan yang disembelih, termasuk menghindari penyembelihan hewan betina produktif demi menjaga keberlangsungan peternakan.
Foto bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi, narasumber, dan peserta usai pembukaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Aula MUI Kota Bukittinggi, Senin (4/5/2026). (Foto: Istimewa)
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami metode yang benar dan mampu mengajarkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis, terutama di tengah keterbatasan jumlah Juleha yang saat ini baru memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional. “Keberadaan Juru Sembelih Halal memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan pariwisata halal, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga Juleha yang kompeten dan bersertifikat, sekaligus memperkuat ekosistem halal di Bukittinggi, khususnya dalam mendukung sektor peternakan dan pariwisata berbasis syariah.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
