Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, selaku inisiator Sekolah Keluarga Gemilang, menjelaskan program tersebut pertama kali digagas pada 2018 sebagai respons terhadap semakin kompleksnya persoalan sosial di masyarakat.
Menurutnya, lahirnya Sekolah Keluarga dilandasi pemikiran bahwa berbagai persoalan sosial berakar dari melemahnya fungsi keluarga. Atas dasar itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menghadirkan inovasi daerah berupa pendidikan keluarga yang bertujuan membangun ketahanan keluarga melalui pembelajaran di tengah masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Kepala DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menyampaikan minat masyarakat terhadap Sekolah Keluarga Gemilang terus menunjukkan angka yang tinggi.
Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 720 orang mendaftarkan diri sebagai peserta. Dari jumlah tersebut, 699 orang mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung selama 15 kali pertemuan, sedangkan 638 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti wisuda.
Rinciannya, sebanyak 203 peserta berasal dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Dari total peserta yang diwisuda, delapan orang di antaranya merupakan peserta laki-laki.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehingga mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
