“Dari kegiatan itu diharapkan tumbuh dan berkembang rasa nasionalisme, rasa kebangsaan dan rasa patriotisme dalam jiwa anak-anak kami yang kami banggakan ini,” ujarnya.
Ibnu berharap kegiatan yang memberikan ruang bagi kreativitas pelajar terus dilaksanakan. Menurut dia, pembentukan karakter dan jiwa kebangsaan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda.
Ketua SMSI Kota Bukittinggi Roni Novendra mengatakan penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas dan potensi pelajar.
“Kami ingin SMSI bukan hanya dikenal sebagai organisasi yang bergerak di bidang media, tetapi juga bisa hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat, khususnya dalam bidang pendidikan, kreativitas dan pengembangan generasi muda,” katanya.
Roni menilai pelajar membutuhkan ruang di luar kegiatan belajar formal untuk mengembangkan kemampuan, termasuk melalui kegiatan seni seperti membaca puisi.
"Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan pendidikan di dalam kelas. Mereka juga perlu ruang untuk tampil, berkreasi, berani berbicara dan berani berdiri di depan orang banyak,” ujarnya.
Menurut Roni, antusiasme peserta terlihat selama perlombaan berlangsung. Para pelajar tampil di hadapan dewan juri dan penonton dengan membacakan puisi bertema perjuangan dan kemerdekaan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kemampuan dalam seni baca puisi, tetapi juga memperluas ruang kreativitas dan keberanian mereka tampil di depan publik.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
