Kualitas udara juga dapat berubah mengikuti pergerakan konsentrasi polutan. Dinas Kesehatan menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan Stasiun GAW Bukit Kototabang.
"Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini," ujar Ramli.
Kabut asap sebelumnya telah terlihat memengaruhi aktivitas warga. Sejumlah warga dan pelajar menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Di sejumlah sekolah di kawasan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, anak-anak terlihat datang ke sekolah dengan mengenakan masker.
Di Raudhatul Athfal (RA) Ar-Rahmah, penggunaan masker mulai diwajibkan bagi murid dan tenaga pengajar setelah sekolah menerima edaran terkait kondisi kualitas udara.
Wakil Kepala RA Ar-Rahmah, Gita Fadhila, menjelaskan imbauan penggunaan masker di tengah kondisi udara berkabut, sementara sejumlah murid mengenakan masker dan kopiah di halaman sekolah. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)
Wakil Kepala RA Ar-Rahmah, Gita Fadhila, mengatakan sejumlah murid juga tidak masuk sekolah karena mengalami batuk dan flu dalam sekitar dua pekan terakhir. Namun tidak memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi kualitas udara.
"Kemarin sudah ada edaran wajib pakai masker hari ini karena cuaca udara sudah semakin buruk. Belakangan ini anak-anak sudah mulai ada yang liburnya karena batuk dan flu. Cuman yang lama libur baru satu orang, sampai seminggu libur, yang lain dua hari libur karena batuk dua hari sekolah, kemudian libur lagi dua hari seperti itu," kata Gita.
Data Stasiun GAW Bukit Kototabang menunjukkan PM2.5 pada 1 September 2026 berada dalam kategori sedang. Rata-rata konsentrasinya tercatat 18,37 µg/m³ dengan nilai tertinggi 28 µg/m³ pada pukul 18.00 WIB.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
