Pascaletusan Marapi, Petugas Ungkap Kolom Abu Diperkirakan Capai 2.500 Meter

Wahyu Sikumbang
Monitor di Pos Pengamat Gunungapi Marapi menampilkan grafik amplitudo aktivitas vulkanik saat erupsi Gunung Marapi pada Sabtu (26/9/2026) pukul 21.40 WIB. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNewsPadang.id — Petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi mengungkapkan kolom abu erupsi Gunung Marapi pada Sabtu (26/9/2026) malam diperkirakan mencapai sekitar 2.000-2.500 meter. Dari pengamatan visual rekaman CCTV BPBD Kabupaten Tanah Datar, tinggi kolom abu diperkirakan berada pada kisaran 2.000 hingga 2.500 meter di atas puncak.

Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar kembali mengalami erupsi pada pukul 21.40 WIB. Karena terjadi pada malam hari dan puncak gunung yang tertutup kabut, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara langsung dari Pos Pengamat Gunungapi Marapi.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi 79 detik.

"Telah terjadi erupsi Marapi pada pukul 21:40 dengan amplitudo 30 milimeter dan durasi 79 detik, dan terjadi dampak erupsi gunung api Marapi yaitu hujan abu dengan wilayah sebaran sebagian dari Agam dan juga Bukittinggi. Kalau dari CCTV BPBD terlihat ketinggian kolom abu letusan sekitar 2.000 meter. Marapi terakhir erupsi sebelumnya pada tanggal 30 Juli 2026, terjadi satu kali erupsi. Erupsi tersebut tidak teramati juga karena tertutup kabut dari Pos Pengamatan Gunung Api Marapi. Masyarakat dilarang melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi yaitu Kawah Verbeek, dan masyarakat yang bertempat tinggal di hulu sungai yang berasal dari Gunung Api Marapi untuk selalu waspada terhadap lahar, dan apabila terjadi hujan abu masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker penutup mulut maupun hidung untuk menghindari penyakit ISPA," kata Bilal.


Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, Bilal Allegra Munbaits, memberikan keterangan terkait erupsi Gunung Marapi di ruang pemantauan dengan latar monitor yang menampilkan aktivitas vulkanik. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Erupsi tersebut memicu dentuman dan gemuruh yang dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, hingga Padang Panjang. Tidak lama setelah letusan, hujan abu vulkanik dilaporkan turun di sejumlah daerah, antara lain Madang, Gobah, Simpang Bukik, Sungai Pua, Lasi, Canduang, Bukik Batabuah, Ampek Angkek, serta Kota Bukittinggi. Di sejumlah kawasan yang berada sekitar 10 hingga 15 kilometer dari pusat erupsi, warga melaporkan hujan abu turun cukup deras.

Selain hujan abu, abu vulkanik juga tampak menempel pada sepeda motor yang melintas dan pakaian sejumlah pengendara di Kota Bukittinggi.

Bilal mengatakan Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut hingga kini masih berstatus Level II (Waspada).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan harian aktivitas Gunung Marapi selama sepekan sebelum erupsi, tercatat adanya peningkatan beberapa jenis kegempaan, di antaranya gempa hembusan, tremor non-harmonik, gempa vulkanik dalam, gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 3,5 hingga 4 milimeter.

Sepanjang Sabtu (26/9/2026), selain satu kali erupsi, Pos Pengamat Gunungapi Marapi juga mencatat tujuh kali hembusan dengan amplitudo 3,3 hingga 3,5 milimeter dan durasi 21 hingga 54 detik.


Peta perkiraan sebaran abu vulkanik Gunung Marapi usai erupsi Sabtu (26/9/2026) malam. Sebaran abu dilaporkan mencakup sebagian wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. (Foto: Istimewa)

Petugas kembali mengingatkan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek. Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan.

Apabila hujan abu kembali terjadi, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan serta melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.


Rekaman CCTV BPBD Kabupaten Tanah Datar menjadi dasar perkiraan tinggi kolom abu erupsi Gunung Marapi yang mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 meter. (Foto: Istimewa)


Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network