Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Tetapkan Agam dan Delapan Daerah di Sumbar Siaga Cuaca Ekstrem 11–13 September
Advertisement . Scroll to see content

Marapi Meletus Lagi, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 | 00:54 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Marapi Meletus Lagi, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Kilometer
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi menunjukkan kondisi Kawah Verbeek melalui layar monitor usai erupsi Gunung Marapi di Agam, Selasa (29/92026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNewsPadang.id — Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Selasa (29/9/2026) pukul 17.35 WIB. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi mencatat erupsi terekam selama sekitar 42 detik dengan amplitudo maksimum 25,9 milimeter.

Berdasarkan informasi Pos PGA Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu saat erupsi tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut.

Petugas Pos PGA Marapi, Asep Antoni, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 17.35.25 WIB dengan amplitudo 25,9 milimeter dan durasi sekitar 42 detik.

"Erupsi terjadi pada sore tadi pada jam 17:35:25, erupsi terekam dengan amplitudo 25,9, dengan durasi 42 detik. Aktivitas Marapi sejak tanggal 14 September ditandai dengan banyaknya hembusan, tremor, tremor menerus, dan gempa low frequency dan hybrid. Kemudian terjadi erupsi pada tanggal 26 September 2026 dan kemudian hari ini," kata Asep.


Tangkapan layar rekaman CCTV dari Masjid Cumantiang memperlihatkan detik-detik Gunung Marapi mengalami erupsi pada Selasa (29/9/2026) sore. (Foto: Istimewa)

Ia mengimbau masyarakat agar tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek sebagai pusat erupsi. Masyarakat yang terdampak hujan abu juga diminta menggunakan masker, pelindung mata, dan penutup kepala.

"Himbauan kepada masyarakat untuk tidak memasuki area 3 km dari kawah pusat atau Kawah Verbeek, kemudian masyarakat yang terdampak hujan abu agar memakai masker, penutup mata dan penutup kepala. Untuk hari ini belum ada laporan hujan abu dari masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan laporan warga, hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di kawasan Aia Angek, Kabupaten Tanah Datar, tidak lama setelah erupsi.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut