get app
inews
Aa Text
Read Next : UMKM Bukittinggi Disorot, DPRD Sumbar Janji Atasi Masalah Modal dan Manajemen

Ekonomi Sumbar Menggeliat, Sektor Keuangan Catat Pertumbuhan Positif di 2025

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 07:27 WIB
header img
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, saat memberikan sambutan pada Puncak Hari Indonesia Menabung 2025 di Padang. Foto: Istimewa

PADANG, iNewsPadang.id — Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat mencatat kinerja solid sepanjang triwulan II-2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pertumbuhan ini ikut mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tumbuh 3,94 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi di daerah.

Pada Juni 2025, total aset perbankan di Sumbar mencapai Rp84,22 triliun, tumbuh 2,79 persen (yoy). Penyaluran kredit mencapai Rp73,36 triliun atau naik 2,71 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp57,99 triliun dengan pertumbuhan 2,13 persen. Risiko kredit juga masih terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,65 persen.

Kredit untuk pelaku UMKM menyumbang Rp31,62 triliun, atau 43,10 persen dari total kredit.“UMKM tetap menjadi prioritas perbankan di Sumatera Barat karena berperan besar sebagai penggerak ekonomi,” kata Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, Jumat (29/8).

Perbankan syariah ikut mencatat kinerja impresif dengan pertumbuhan aset 30,50 persen (yoy) menjadi Rp13,65 triliun. Sementara itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga bertumbuh dengan aset Rp2,86 triliun, di mana lebih dari 71 persen kreditnya disalurkan ke sektor UMKM.

Dari sisi pasar modal, jumlah investor terus meningkat. Per Juni 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 209.537, naik 13,83 persen (yoy). Investor saham mendominasi dengan 103.797 SID atau tumbuh 23,22 persen.

Industri keuangan non-bank juga bergerak positif. Perusahaan pembiayaan menyalurkan kredit Rp5,50 triliun atau tumbuh 1,89 persen, dengan tingkat risiko (NPF) menurun menjadi 2,07 persen.

Di bidang literasi keuangan, OJK Sumbar telah menggelar 56 kegiatan edukasi langsung maupun tidak langsung hingga Juni 2025. Edukasi ditujukan kepada masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM agar semakin waspada terhadap produk ilegal.

Layanan konsumen juga mencatat dinamika tinggi. Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) menerima 1.654 layanan, terdiri dari 284 pengaduan, 145 permintaan informasi, dan 1.225 pertanyaan. Selain itu, terdapat 1.105 layanan lain terkait entitas di luar pengawasan OJK, mayoritas berupa aduan mengenai pinjaman online dan investasi ilegal.

Kinerja sektor jasa keuangan yang terjaga ini menegaskan peran vitalnya sebagai pilar pendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut