Korban Banjir Bandang Agam Meningkat Jadi 74 Jiwa, Puluhan Masih Hilang
AGAM, iNEWSPadang.ID — Jumlah korban akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus meningkat. Hingga Jumat pukul 20:00 WIB, total korban meninggal mencapai 74 orang yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan kondisi terparah di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Di wilayah tersebut, tim gabungan menemukan 60 jenazah dan masih melakukan pencarian terhadap 69 warga yang belum ditemukan. Petugas menyusuri tumpukan material banjir bandang, puing rumah, serta jalanan yang dipenuhi lumpur setinggi 70 centimeter untuk mengevakuasi korban. Sebagian besar jenazah dikumpulkan sementara di Masjid Nurul Hikmah Salareh Aia.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut jumlah korban kemungkinan terus bertambah, mengingat masih banyak warga yang tertimbun material banjir bandang.
“Sementara ini baru korban yang hanyut. Masih ada yang tertimbun, ini diperkirakan masih ada seratusan orang. Jadi masih banyak korban yang masih ada di lokasi untuk di Salareh Aia,” ujarnya. Benni menambahkan bahwa beberapa titik bahkan belum bisa dijangkau karena aksesnya tertutup total.

Di lapangan, sebagian besar korban belum teridentifikasi. Kondisi jenazah yang ditemukan banyak yang tidak utuh, diduga akibat benturan keras dan terhanyut arus deras.
Tim DVI Polres Agam telah berada di lokasi sejak Jumat untuk membantu proses identifikasi khusus.
Banjir bandang yang oleh warga disebut galodo itu menerjang Nagari Salareh Aia Timur dan Salareh Aia Utara pada Kamis sore. Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan banyak warga luka-luka dan ribuan orang mengungsi.
Data sementara menunjukkan 468 rumah rusak ringan, 26 rusak sedang, dan 49 rusak berat.
Kerugian di sektor lain juga cukup besar. Sektor perikanan dan pertanian turut terdampak, dengan luas lahan rusak mencapai sekitar 392 hektare dan kerugian diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.
Total kerugian sementara untuk keseluruhan wilayah Kabupaten Agam telah mencapai Rp13,9 miliar.
Hingga kini, petugas terus bekerja memperluas pencarian dan membuka akses menggunakan alat berat. Warga setempat bersama tim SAR masih berupaya menemukan kerabat mereka yang hilang, di tengah harapan agar jumlah korban tidak kembali bertambah.
Editor : Wahyu Sikumbang