Wajah Baru Bukittinggi 2027: Fokus Garap RTH, Sekolah Modern, hingga Nasib 3 Pasar Besar
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi resmi memulai tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui kick off meeting yang digelar Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, sebagai penanda dimulainya proses perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran mendatang.
Kepala Bapelitbangda Kota Bukittinggi, Ade Mulyani, menjelaskan bahwa kick off meeting ini memiliki peran strategis dan tidak bersifat seremonial. Menurutnya, RKPD merupakan dokumen kunci yang harus selaras dengan program prioritas daerah, kebijakan nasional, serta target pembangunan jangka menengah daerah.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan RKPD 2027 diarahkan untuk mendukung visi dan misi RPJMD Kota Bukittinggi 2025–2029, yakni Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam program unggulan yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan dan jasa, pembangunan sarana prasarana kota, perlindungan sosial, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
“Penyusunan RKPD 2027 diarahkan agar seluruh dokumen perencanaan saling selaras dan fokus pada target pembangunan yang telah ditetapkan,” ujar Ade.

Dari sisi pembiayaan, Ade memaparkan kondisi keuangan daerah, proyeksi pendapatan tahun 2027, serta estimasi kemampuan fiskal daerah. Penyusunan anggaran tetap mempertimbangkan belanja wajib, seperti belanja pegawai, operasional perkantoran, pelayanan publik, serta belanja hibah yang bersifat mandatori. Pendekatan money follow program priority atau pendanaan mengikuti program prioritas diterapkan agar belanja daerah benar-benar fokus pada program prioritas, hasil musrenbang, dan pokok-pokok pikiran DPRD.
Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu diantisipasi pada 2027, di antaranya potensi kebencanaan dan dampak perubahan iklim yang menuntut perencanaan lebih adaptif. Selain itu, implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 menjadi perhatian, khususnya terkait kewajiban alokasi belanja infrastruktur minimal 40 persen, pengendalian belanja pegawai, serta ketidakpastian dana transfer dari pemerintah pusat. RKPD 2027 juga harus mengakomodasi program nasional wajib seperti Universal Health Coverage (UHC), swasembada pangan, dan program sejuta rumah.
“Melalui kick off meeting ini, kami berharap penyusunan RKPD 2027 bisa lebih tepat waktu, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara komprehensif,” ungkap Ade.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa penentuan kegiatan prioritas 2027 harus ditelaah secara cermat hingga ke tingkat subkegiatan. Hal tersebut dinilai penting agar arah pembangunan daerah berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan satuan tugas khusus peningkatan PAD dengan target dan percepatan yang terukur.
“Yang terpenting program pemerintah terlaksana dengan baik. Ada pekerjaan besar seperti penyelesaian tiga pasar dan sejumlah aset daerah. Tahapan harus jelas, ada tim kajian, dan ada keputusan pemerintah,” ujarnya.
Ramlan menambahkan, prioritas pembangunan daerah pada 2027 akan difokuskan pada penataan wajah kota, pengembangan ruang terbuka hijau, jalur menuju objek wisata, serta penguatan infrastruktur pendukung pariwisata. Selain itu, sektor pendidikan, perdagangan, dan infrastruktur perkotaan juga menjadi perhatian utama.
Di bidang pendidikan, pembangunan sekolah dan modernisasi sarana pendukung akan dilanjutkan. Pada sektor pariwisata, pemerintah merencanakan rehabilitasi dan penguatan fasilitas Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) serta pemeliharaan bangunan bersejarah. Untuk sektor perdagangan, rehabilitasi pasar menjadi agenda prioritas, sementara infrastruktur kota mencakup penataan lampu jalan, drainase, trotoar, kawasan strategis, serta rencana pembangunan sejumlah kantor layanan publik.
Editor : Wahyu Sikumbang