BPJS Kesehatan Payakumbuh Perkuat Kolaborasi dengan Media untuk Tingkatkan Literasi JKN
PAYAKUMBUH,iNewsPadang.id – BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh memperkuat kolaborasi dengan insan pers untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di tengah tingginya cakupan kepesertaan di wilayah kerjanya, peran media dinilai menjadi kunci agar informasi mengenai hak, kewajiban, hingga berbagai inovasi layanan dapat diterima masyarakat secara benar.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyana Sayodase, dalam kegiatan Media Gathering 2026 bertema "Bersama Mengawal Transformasi Layanan JKN dan Perkuat Literasi JKN untuk Indonesia Sehat" di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Kamis (16/7).
Menurut Defiyana, transformasi layanan kesehatan tidak hanya ditopang oleh pengembangan teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan media untuk menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menangkal kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Media merupakan mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, pemahaman masyarakat terhadap Program JKN akan semakin baik sehingga manfaat layanan dapat dirasakan secara optimal," ujar Defiyana.
Dalam paparannya, Defiyana mengungkapkan cakupan kepesertaan JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh telah mendekati target Universal Health Coverage (UHC). Di Kota Payakumbuh tercatat sebanyak 147.972 jiwa telah menjadi peserta JKN, sementara sekitar 2.897 jiwa masih belum terdaftar.
Di Kabupaten Limapuluh Kota, jumlah penduduk yang belum menjadi peserta JKN sekitar 3.310 jiwa, sedangkan di Kabupaten Tanah Datar masih terdapat sekitar 17.353 jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta.
Secara nasional, pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan JKN terus meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan kesehatan semesta. Data BPJS Kesehatan menunjukkan Program JKN kini telah melindungi lebih dari 98 persen penduduk Indonesia dan menjadi salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menempatkan penguatan layanan primer serta digitalisasi pelayanan sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh terus mengembangkan layanan berbasis digital. Peserta kini dapat memanfaatkan Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, BPJS Online, BPJS SATU, layanan BPJS Keliling, hingga kanal informasi melalui TikTok Live yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi maupun melakukan pendaftaran secara daring sebelum ditindaklanjuti petugas.
Defiyana mengatakan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memangkas antrean, mempercepat proses administrasi, serta memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat hingga ke daerah.
"Kami terus menyesuaikan kanal pelayanan dengan perkembangan teknologi agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan BPJS Kesehatan kapan pun dan di mana pun," katanya.
Ia menambahkan, tingginya pemanfaatan layanan kesehatan juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan Program JKN. Setiap hari, lebih dari 6.000 peserta memanfaatkan layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan.
Melalui kemitraan yang terus diperkuat dengan media, BPJS Kesehatan berharap informasi mengenai kebijakan, inovasi, serta manfaat Program JKN dapat tersampaikan secara luas, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.
Editor : Agung Sulistyo