Pemerintah Percepat Huntara untuk Korban Bencana Palembayan, Warga Mulai Bergotong Royong
AGAM, iNEWSPadang.ID — Bupati Agam, Benni Warlis meninjau langsung progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Senin (19/1). Peninjauan dipusatkan di lokasi Huntara yang dibangun di area Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Agam didampingi Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi, serta jajaran kepala OPD terkait, unsur BPBD, TNI-Polri, camat, hingga wali nagari setempat. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan pembangunan Huntara berjalan sesuai target dan standar kelayakan.
Bupati Agam menyampaikan saat ini pemerintah tengah membangun sebanyak 117 unit Huntara yang ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan. Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan sebelum seluruh unit selesai dibangun. “Warga sudah mulai bergotong royong membersihkan unit Huntara yang telah selesai. Ini menunjukkan harapan besar masyarakat untuk segera menempati hunian yang lebih layak,” ujar Benni Warlis.
Ia berharap pembangunan Huntara dapat segera dituntaskan dan diresmikan agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian tersebut. Menurutnya, peresmian Huntara ini berpeluang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri, maupun Kepala BNPB. “Insyaallah dalam beberapa hari ke depan Huntara ini selesai dan siap diresmikan,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Huntara, khususnya BNPB, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat. Ia menekankan bahwa pekerjaan tetap berjalan maksimal meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem sepanjang Desember hingga Januari. “Walaupun cuaca cukup berat, pekerjaan terus diupayakan agar selesai secepat mungkin sehingga bisa segera dihuni masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja menegaskan pembangunan Huntara di Palembayan merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memberikan perlindungan serta kepedulian kepada masyarakat korban bencana. Ia menjelaskan keterlambatan yang terjadi bukan karena kelalaian, melainkan akibat tantangan kondisi alam yang harus dihadapi bersama. “Kami ingin memastikan ketika masyarakat menempati Huntara, kondisinya benar-benar layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, media massa, hingga relawan, dalam semangat gotong royong untuk mempercepat penyelesaian pembangunan. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama dalam penanganan bencana yang berkelanjutan.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Palembayan, Zulmi Riswanto. Ia menyatakan masyarakat dapat memahami keterlambatan pembangunan Huntara yang disebabkan faktor cuaca ekstrem. Ia mengapresiasi upaya pemerintah dan seluruh pihak yang tetap bekerja di tengah tantangan alam, serta berharap Huntara dapat segera ditempati. “Masyarakat berharap bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih tenang dan aman di hunian yang layak,” katanya.
Selain kebutuhan hunian sementara, warga juga berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) setelah masa Huntara berakhir, sebagai solusi jangka panjang bagi pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Editor : Wahyu Sikumbang