get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hebat Hanguskan Dua Rumah di Duo Koto Pasaman, Kerugian Capai Rp300 Juta

Setahun 'Sakato' Memimpin Lima Puluh Kota: Menata Pondasi Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:34 WIB
header img
Satu tahun kepemimpinan pasangan “Sakato” difokuskan pada penguatan sektor pertanian, pendidikan, infrastruktur, serta perlindungan pekerja rentan.

LIMA PULUH KOTA,iNewsPadang.id— Satu tahun pertama kepemimpinan Bupati H. Safni dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menjadi masa penting dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Lima Puluh Kota lima tahun ke depan.
Pasangan yang dikenal dengan sebutan Sakato ini dilantik pada 20 Februari 2025. Sejak awal menjabat, keduanya langsung memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) daerah sebagai pijakan mempercepat pembangunan.
Tahun pertama pemerintahan difokuskan pada penguatan sektor dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Di saat yang sama, perhatian juga diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, perlindungan pekerja rentan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Bupati Safni intens menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia kerap bolak-balik Jakarta untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah kepada kementerian, lembaga negara, hingga anggota DPR RI asal Sumatera Barat.
Langkah itu dilakukan guna memperjuangkan berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan jaringan irigasi, normalisasi sungai hingga rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota Kabupaten Sarilamak.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan sektor pendidikan melalui rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara serta Sekolah Rakyat di Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Kami ingin anak-anak di daerah memiliki akses pendidikan berkualitas tanpa harus keluar provinsi. Sekolah unggulan dan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berdaya saing,” ujar Bupati Safni.
Komitmen efisiensi anggaran juga menjadi bagian dari langkah awal kepemimpinan pasangan Sakato. Salah satunya dengan menolak pengadaan mobil dinas baru yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Anggaran tersebut justru dialihkan untuk pengadaan alat berat berupa ekskavator yang dinilai lebih bermanfaat bagi penanganan bencana, mengingat Kabupaten Lima Puluh Kota termasuk wilayah rawan bencana alam.
Hasil Lobi Pembangunan Mulai Terlihat
Upaya komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat mulai membuahkan hasil. Salah satunya melalui program rehabilitasi sejumlah daerah irigasi yang dibiayai melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Beberapa jaringan irigasi yang mendapatkan alokasi perbaikan di antaranya Bandar Aur Duri dan Bandar Baru di Kecamatan Bukit Barisan, Bandar Gadang dan Bandar Kaludan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Empang Barobah di Kecamatan Akabiluru, serta Sawah Sibatu di Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Selain itu, empat lokasi lain juga masuk tahap lanjutan rehabilitasi, yakni Daerah Irigasi Ampang Gadang di Kapur IX, Bandar Pulau di Taram Kecamatan Harau, Batang Kapohan di Nagari Kubang Kecamatan Guguak, serta Batang Tabik di Nagari Sungai Kumayang dengan total anggaran sekitar Rp8,1 miliar.
Di sektor pertanian, dukungan pemerintah pusat juga hadir melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit padi unggul untuk petani di Lima Puluh Kota.
Sebagai daerah dengan mayoritas masyarakat yang bergerak di sektor agraris, dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Potensi perikanan air tawar juga turut mendapat perhatian. Pemerintah daerah bahkan menjemput langsung bantuan bibit ikan unggul dari Kementerian Kelautan dan Perikanan guna mendorong pengembangan budidaya perikanan di daerah.
Infrastruktur dan Pengendalian Bencana
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah juga mengusulkan normalisasi sejumlah aliran sungai guna mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah.
Selain itu, pembangunan trotoar sepanjang enam kilometer di kawasan ibu kota kabupaten serta perbaikan ruas Jalan Payakumbuh–Lintau juga menjadi agenda penting yang mendapat perhatian dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Bahkan Menteri PU Dody Hanggodo sempat turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut bersama anggota DPR RI Andre Rosiade. Saat ini sebagian besar ruas jalan tersebut telah diperbaiki.
Penguatan Karakter dan Perlindungan Sosial
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pembangunan karakter generasi muda.
Hal itu tercermin dari keberhasilan Kabupaten Lima Puluh Kota meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tingkat Sumatera Barat ke-41 di Bukittinggi.
Prestasi tersebut turut didukung oleh program Sakato Mangaji, yang mewajibkan siswa membaca Al-Qur’an selama 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai.
Sementara itu, perlindungan sosial bagi pekerja rentan diwujudkan melalui program SAKATOLIKO (Sejahterakan Pekerja Kito Lima Puluh Kota) dengan memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
Di sisi lain, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha juga memperkenalkan branding daerah “The Central of Agro” sebagai upaya memperkuat citra Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri berbasis potensi lokal.
“Pembangunan Lima Puluh Kota harus bertumpu pada kekuatan sektor pertanian dan potensi lokal. Dengan konsep agro, kita ingin menjadikan daerah ini pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya sendiri,” kata Ahlul Badrito Resha.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut