get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Kebakaran di Simpang Tugu Polwan Bukittinggi, 4 Warung dan Kafe Biliar Ludes

Dentuman Keras Disusul Lava Pijar, Gunung Marapi di Agam Meletus Sabtu Malam

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:33 WIB
header img
Hujan bercampur abu vulkanik dilaporkan turun di sejumlah wilayah barat daya Gunung Marapi setelah erupsi. Foto: Istimewa

AGAM, iNEWSPadang.IDGunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026 sekitar pukul 23.29 WIB. Letusan diawali dengan dentuman keras yang membuat kaca rumah warga bergetar, kemudian disusul lontaran lava pijar yang membumbung tinggi dari kawah.

Sejumlah warga di sekitar kaki gunung menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Salah satunya Hatta Rizal, warga Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam. Permukiman ini berjarak sekitar sembilan kilometer dari kawah Gunung Marapi.

“Usai terjadi dentuman, saya lari ke luar rumah karena sudah tahu gunung meletus. Di luar saya menyaksikan pemandangan menakjubkan berupa guguran dan kilatan api,” kata Hatta.

Letusan tersebut juga terdengar di beberapa wilayah lain di sekitar Gunung Marapi. Zulhendri Kayo, warga Sungai Pua, mengaku masih mendengar suara gemuruh dari arah gunung.


Kilatan lava pijar terlihat dari kawah Gunung Marapi saat erupsi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: CCTV Masjid Jabal Nur-Cumantiang

Sementara itu, Noviardi, warga Canduang, mengatakan suara letusan juga terdengar di daerahnya. Namun karena saat itu sedang turun hujan, arah sumber suara tidak terlalu jelas.

“Di tempat kami juga terdengar seperti letusan. Karena hujan, arah sumber suara tidak begitu jelas. Semoga tidak menjadi bencana,” ujarnya.

Warga lain, Rahmadoni dari Bukik Batabuah, juga mengaku melihat kilatan api dari arah puncak gunung. Ia menyebut fenomena tersebut jarang terlihat secara jelas dari pemukiman warga. “Baru sekali ini saya melihat langsung letusan dengan kilatan api seperti ini. Ada beberapa warga yang juga melihat hal serupa,” kata Rahmadoni.

Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi terjadi pada pukul 23.29 WIB. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 21 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati saat erupsi berlangsung.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat musim hujan. Selain itu, warga disarankan menggunakan masker serta perlindungan mata dan kulit guna menghindari dampak abu vulkanik.


Peta prakiraan sebaran abu vulkanik Gunung Marapi pasca erupsi Sabtu malam (14/3/2026). Berdasarkan analisis MEWS BMKG Sumatera Barat, abu vulkanik diperkirakan bergerak ke arah barat daya mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 5 knot. Foto: Ist

Berdasarkan informasi dari Meteorological Early Warning System (MEWS) BMKG Sumatera Barat, abu vulkanik hasil letusan bergerak mengikuti arah angin menuju barat daya dengan kecepatan sekitar lima knot.

Sekitar satu jam setelah erupsi, sejumlah wilayah di sisi barat daya Gunung Marapi dilaporkan mengalami hujan yang bercampur abu vulkanik. Noviardi yang berada di Canduang mengatakan air hujan yang tertampung di tempat penampungan terlihat keruh akibat campuran abu.

“Di sini sedang turun hujan yang sekaligus membawa abu vulkanik. Air yang tertampung terlihat keruh,” ujarnya.

Hujan abu dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Canduang, Ampek Angkek, Banuhampu, Sungai Pua hingga Baso. Warga menyebutkan hujan abu erupsi Marapi kali ini bahkan mencapai Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Laporan aktivitas harian Gunung Marapi yang dirilis petugas Pos PGA Marapi, Asep Antoni, mencatat dalam periode pengamatan 14 Maret 2026 terdapat satu kejadian letusan dengan amplitudo 30,2 millimeter dan durasi 201 detik. Selain itu juga terekam tiga kali tremor non-harmonik, satu gempa vulkanik dangkal, satu gempa vulkanik dalam, serta empat gempa tektonik jauh.

Sementara itu, tremor menerus atau microtremor tercatat dengan amplitudo antara dua hingga empat milimeter dengan dominasi empat milimeter.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut