get app
inews
Aa Text
Read Next : BNNP Sumbar Bakar 145 Kg Ganja Asal Sumut di Krematorium Padang, 4 Tersangka Ditangkap

Atasi Krisis Energi, Mahasiswa Padang Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Rendah untuk Pesisir

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:23 WIB
header img
mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang (PNP) dan Universitas Andalas (Unand), merancang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin yang didesain khusus untuk wilayah pesisir pantai.

iNews.id, PADANG — Di tengah tantangan krisis energi global dan kian melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM), sekelompok mahasiswa kreatif di Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil menciptakan solusi inovatif.

​Kolaborasi apik antara mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang (PNP) dan Universitas Andalas (Unand) ini sukses merancang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin yang didesain khusus untuk wilayah pesisir pantai.

​Menariknya, inovasi ini tidak menggunakan kincir angin konvensional. Tim inovator memanfaatkan desain Turbin Tipe Archimedes yang dilengkapi dengan tiga sudu aerodinamis.

​Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang, Hendri Chandra Mayana, menjelaskan bahwa pemilihan desain Archimedes ini sengaja dilakukan agar alat dapat bekerja optimal dalam menangkap hembusan angin pantai.

​"Hebatnya, turbin ini tidak membutuhkan angin kencang atau cuaca badai untuk berfungsi. Pada kecepatan angin rendah, yakni hanya 1,6 meter per detik, turbin sudah mulai berputar secara efektif dan langsung memproduksi energi listrik," ujar Hendri.

​Saat dilakukan uji coba di lokasi pantai, fasilitas penangkap angin ini terbukti mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk lampu penerangan berkapasitas 40 watt secara stabil. Namun, proyek ini tidak berhenti di sini.

​Alhafiz, salah satu mahasiswa Teknik Mesin PNP yang terlibat dalam proyek ini, menambahkan bahwa alat adaptif cuaca ini terus dikembangkan agar kapasitas dayanya meningkat tajam.

​"Saat ini kapasitasnya memang untuk penerangan 40 watt. Namun ke depannya, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik hingga mencapai 600 watt," ungkap Alhafiz.

​Teknologi tepat guna yang ramah lingkungan ini memang ditargetkan secara khusus untuk mendukung fasilitas penerangan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, serta pemukiman terpencil yang selama ini kerap mengalami ketergantungan pada sumber listrik utama (PLN).

​Hadirnya PLTB berbasis teknologi Archimedes ini diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya operasional para pedagang kecil di kawasan pantai, tetapi juga menjadi pemantik bagi pemanfaatan energi terbarukan yang mandiri di sepanjang lini pantai Sumatra Barat.

​Inovasi dari ranah Minang ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap menjawab tantangan transisi energi hijau masa depan melalui teknologi yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. 

Editor : Budi Sunandar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut