Jemaah Haji Bukittinggi Kembali ke Tanah Air, Satu Orang Meninggal di Makkah
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Sebanyak 252 jemaah haji asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tiba kembali di kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kedatangan para tamu Allah itu disambut Pemerintah Kota Bukittinggi di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (12/6/2026).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air. Ia bersyukur karena mayoritas jemaah tiba dalam kondisi sehat.
“Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Bukittinggi, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke tanah air. Alhamdulillah, jemaah kita dalam kondisi sehat. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur,” ujar Ramlan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

Ramlan menjelaskan, jemaah haji asal Bukittinggi tahun 2026 tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), salah satunya Kloter 7 Embarkasi Padang yang tiba kembali pada hari ini.
Pada saat keberangkatan, jumlah jemaah asal Bukittinggi yang tergabung dalam Kloter 7 tercatat sebanyak 253 orang. Namun, satu orang jemaah atas nama Yunilis Muin (73) meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Dengan demikian, jumlah jemaah Kloter 7 asal Bukittinggi yang kembali ke tanah air sebanyak 252 orang. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT,” katanya.
Kepulangan para jemaah disambut penuh haru oleh keluarga yang telah menanti sejak pagi. Momen pertemuan kembali setelah menunaikan rukun Islam kelima menjadi suasana yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Pemerintah Kota Bukittinggi juga mendoakan agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur serta dapat kembali menjalankan aktivitas bersama keluarga dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
Editor : Wahyu Sikumbang