Viral Dugaan Bullying Siswa SMA di Padang Hingga Masuk RSJ, Ibu Korban Temukan Bukti Chat Mengerikan
iNews,id, PADANG – Seorang siswa salah satu SMA swasta di Kota Padang, Sumatera Barat, berinisial B, terpaksa harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin Padang. B diduga mengalami tekanan mental berat akibat aksi perundungan atau bullying yang dilakukan oleh teman sekolahnya.
Peristiwa pilu ini mulai terungkap saat B menjalani ujian akhir pada Rabu (1/4/2026). Saat itu, pihak sekolah curiga karena B menyilang seluruh jawaban adjektif pada lembar soalnya secara tidak wajar. Sejak kejadian itu, perilaku B berubah drastis menjadi tidak normal dan menunjukkan ketakutan hebat saat bertemu orang lain.
Temukan Bukti di Ponsel Korban
Tiara, ibu kandung B, mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui adanya aksi perundungan setelah memeriksa ponsel milik anaknya usai B dirujuk ke RSJ.
"Saya menemukan berbagai percakapan di grup sekolah yang mengarah pada tindakan pembulian. Ada juga pesan singkat yang menunjukkan bahwa anak saya sebenarnya sudah melaporkan kejadian ini ke gurunya, namun sangat disayangkan laporan itu tidak ditanggapi," ujar Tiara dengan nada kecewa.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat pihak keluarga mendatangi SMA Pertiwi 2 Padang untuk meminta klarifikasi. Mereka dipertemukan dengan empat orang siswa kelas 12 jurusan IPA yang diduga sebagai pelaku utama.
Pihak Sekolah Sebut Hanya Candaan
Menanggapi tudingan tersebut, pihak SMA Pertiwi 2 Padang membantah telah terjadi aksi perundungan sistematis. Wakil Kepala Sekolah, Desi Novita Sari, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan para siswa yang bersangkutan, hal tersebut hanyalah candaan sehari-hari antar teman sekolah.
"Empat siswa tersebut mengaku bingung dengan tuduhan itu. Menurut mereka, yang terjadi hanyalah candaan biasa yang sering dilakukan anak sekolah, bukan pembulian," kata Desi.
Keluarga Tolak Damai, Pilih Jalur Hukum
Meskipun pihak sekolah dan yayasan telah menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan, keluarga korban dengan tegas menolak. Mereka menilai dampak yang dialami B sangat fatal hingga merusak kesehatan mentalnya.
Hingga saat ini, B masih menjalani perawatan intensif di RSJ HB Saanin Padang. Pihak keluarga menyatakan akan terus menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan bagi sang anak.
Editor: Budi Sunandar