get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragedi Cinta Segitiga di Padang: Preman Tewas Ditikam Sahabat di Kelab Malam

Siswa SMA di Padang Lulus Masuk Unand Saat Dirawat di RSJ Akibat Bullying

Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB
header img
Di tengah kondisi mental yang terguncang hebat, B-S dinyatakan lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas (Unand). Kabar kelulusan tersebut diterima pihak keluarga saat sang anak masih dirawat di RSJ. Foto Ist

iNews.id, PADANG – Sebuah kisah tragis sekaligus haru datang dari Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang siswa SMA berinisial B-S kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) H.B. Saanin setelah diduga menjadi korban perundungan (bullying) berat di lingkungan sekolahnya.

Ironisnya, di tengah kondisi mental yang terguncang hebat, B-S dinyatakan lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas (Unand). Kabar kelulusan tersebut diterima pihak keluarga saat sang anak masih dalam perawatan medis akibat trauma psikis.

Bukti Chat Mengerikan

Dugaan perundungan ini mencuat setelah Tiara, ibu kandung korban, memeriksa galeri dan pesan di ponsel milik anaknya. Ia menemukan berbagai bukti percakapan yang berisi hinaan fisik, mulai dari ejekan kondisi gigi, mata, hingga status korban sebagai anak yatim.

Tak hanya kekerasan verbal, B-S diduga juga mendapatkan ancaman fisik yang sangat serius. "Anak saya kerap diancam dengan kampak oleh pelaku yang merupakan teman sekolahnya. Bahkan bekal nasi goreng yang selalu dibawanya pun menjadi bahan tertawaan," ujar Tiara saat melaporkan kasus tersebut ke Polresta Padang.

Pihak Sekolah Membantah

Kasus ini sempat memicu ketegangan saat pihak keluarga mendatangi SMA Pertiwi 2 Padang. Meski bukti digital telah ditemukan, pihak sekolah melalui perwakilannya sempat membantah adanya aksi perundungan sistematis dan menyebut kejadian tersebut hanya sebatas "candaan" antar siswa.

Namun, keluarga korban menolak keras pernyataan tersebut dan memilih melanjutkan perkara ini ke ranah hukum. Menurut mereka, tidak ada "candaan" yang berujung pada kerusakan mental hingga korban harus masuk rumah sakit jiwa.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus ini kini dalam penanganan serius Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat-Reskrim Polresta Padang. Pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti dan segera memanggil pihak sekolah serta para terduga pelaku.

"Kami akan memproses laporan ini secara profesional. Penyelidikan sudah dimulai dengan mengambil keterangan keluarga dan mengamankan bukti digital," tegas Kompol M. Yasin, Kasat Reskrim Polresta Padang.

Kini, doa dan dukungan mengalir bagi B-S agar ia dapat segera pulih dari traumanya dan bisa melanjutkan cita-citanya sebagai mahasiswa di Universitas Andalas. Keluarga hanya bisa berharap adanya keadilan bagi B-S, dan menjatuhkan saksi hukum yang setimpal terhadap pelaku.

 

Editor : Budi Sunandar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut