Pelajar Se-Indonesia Ditantang Tulis Puisi 100 Tahun Jam Gadang, Ini Syaratnya
BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat, menggelar lomba cipta puisi tingkat nasional dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang pada 2026. Kegiatan ini terbuka bagi pelajar SD, SMP, hingga SMA sederajat dari seluruh Indonesia, sebagai upaya mengangkat nilai sejarah, budaya, dan identitas daerah melalui karya sastra.
Lomba yang berlangsung sejak April hingga Juni 2026 ini mengusung tema 100 tahun Jam Gadang. Monumen ikonik tersebut dinilai bukan sekadar penunjuk waktu, namun juga sekaligus saksi perjalanan sejarah dan kebudayaan Minangkabau yang telah melewati satu abad.
“Jam Gadang adalah detak jantung Kota Bukittinggi. Melalui lomba ini, kami ingin generasi muda merefleksikan nilai sejarah dan budaya dalam karya kreatif,” demikian disampaikan panitia dalam keterangan resmi pada akun Instagram @jamgadang100thn_official, Kamis (16/4/2026).
Peserta diminta mengirimkan satu karya puisi orisinal yang belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam lomba lain. Karya ditulis maksimal 18 baris menggunakan format yang telah ditentukan dan dikirim dalam bentuk file PDF melalui email panitia.
Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka sejak 16 April hingga 1 Juni 2026. Seluruh peserta juga diwajibkan mengunggah karya di akun Instagram pribadi dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia, termasuk penggunaan template resmi dan penandaan akun terkait.
Sebanyak 100 karya terbaik akan dipilih sebagai finalis dan mendapatkan sertifikat serta dibukukan dalam antologi puisi 100 tahun Jam Gadang. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan sastrawan nasional, yakni Dr. Sulaiman Juned, Jose Rizal Manua, dan Muhammad Subhan.
Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 20 Juni 2026, bertepatan dengan rangkaian acara Jam Gadang Cultural Night. Karya puisi terbaik nantinya akan dibacakan pada malam puncak perayaan tersebut.
Panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah untuk masing-masing jenjang pendidikan. Juara pertama tingkat SD akan memperoleh Rp3 juta, SMP Rp4 juta, dan SMA Rp5 juta, masing-masing disertai sertifikat penghargaan.
Melalui lomba ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya semakin meningkat, sekaligus membuka ruang ekspresi kreatif di bidang literasi.
Editor : Wahyu Sikumbang