258 Pelajar Berebut Tiket Paskibraka Bukittinggi 2026, Seleksi Kian Ketat
BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi memulai seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kota tahun 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Sekretaris Daerah, Rismal Hadi, di Gor Bermawi, Senin (20/4/2026).
Sebanyak 258 pelajar dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak melanjutkan ke proses seleksi berikutnya. Mereka akan bersaing ketat untuk memperebutkan posisi sebagai anggota Paskibraka yang akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
Dalam sambutannya, Rismal Hadi menegaskan bahwa menjadi bagian dari Paskibraka merupakan kehormatan tersendiri bagi pelajar di Bukittinggi. Ia menyebutkan, kota ini memiliki nilai historis karena menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang mengibarkan bendera pusaka, selain Jakarta dan Yogyakarta.
“Tidak semua pelajar mendapatkan kesempatan ini. Paskibraka adalah tugas yang membanggakan dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seleksi Paskibraka saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan keterampilan baris-berbaris. Dalam beberapa tahun terakhir, proses seleksi diperluas dengan penilaian karakter kebangsaan, kemampuan akademik, serta aspek kepribadian lainnya.
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan peserta yang terpilih tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa nasionalisme yang kuat. Ia juga mengingatkan para peserta agar mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, menegaskan bahwa seleksi Paskibraka merupakan bagian dari program nasional dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
Dia menyebutkan, pada tahun ini sistem seleksi mengalami penyesuaian dengan tahapan yang menyerupai mekanisme tes kedinasan. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman awal bagi peserta dalam menghadapi sistem seleksi modern.
“Paskibraka bukan sekadar pengibar bendera, tetapi juga role model bagi generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas,” kata Mursalim.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan bahwa tahapan seleksi telah dimulai sejak awal Maret 2026. Sosialisasi dilakukan pada 6 Maret dan diikuti seluruh sekolah tingkat SMA/sederajat se-Kota Bukittinggi.
Pendaftaran dibuka secara daring pada 1 hingga 14 April 2026. Dari total 332 akun pendaftar, sebanyak 258 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 110 putra dan 148 putri.
“Sebanyak 74 akun tidak lolos karena tidak melengkapi persyaratan atau tidak menyelesaikan proses pendaftaran, termasuk 38 akun yang tidak mengunggah berkas sama sekali,” jelas Nenta.
Para peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang meliputi berbagai aspek penilaian, mulai dari fisik hingga karakter kebangsaan, guna menjaring putra-putri terbaik Bukittinggi sebagai Paskibraka 2026.
Editor : Wahyu Sikumbang