KLB PWI Bukittinggi Digelar 17 Juli, Asrial Gindo dan Linda Sari Perebutkan Kursi Ketua
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada Jumat (17/7/2026) untuk memilih ketua baru organisasi. Sebanyak 19 anggota yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) akan menggunakan hak suaranya dalam agenda yang menjadi penentu arah kepemimpinan PWI Bukittinggi ke depan.
Dua nama dipastikan maju sebagai calon ketua, yakni Asrial Gindo dan Linda Sari. Keduanya menyerahkan berkas pencalonan pada hari terakhir pendaftaran di Sekretariat PWI Bukittinggi, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan Pasal 28 ayat (2) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, syarat untuk menjadi Ketua PWI adalah telah berstatus Anggota Biasa sekurang-kurangnya satu tahun dan memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya.
Ketua Steering Committee (SC) KLB PWI Bukittinggi, Mardi Wardi, menyebut terdapat tiga anggota yang memenuhi persyaratan tersebut, yakni Asrial, Linda, dan Nurwinsyah. Namun, hingga batas akhir pendaftaran pada Selasa pukul 23.59 WIB, Nurwinsyah tidak mengajukan diri sebagai calon ketua.
Dengan demikian, hanya Asrial dan Linda yang akan bersaing dalam pemungutan suara pada KLB mendatang.
Selain menjadi ajang pergantian kepemimpinan, KLB diharapkan mampu melahirkan gagasan baru dalam memperkuat profesionalisme, integritas, dan solidaritas wartawan di Kota Bukittinggi di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis.
Usai menyerahkan berkas pencalonan, Asrial mengatakan perkembangan teknologi menuntut insan pers untuk terus beradaptasi tanpa mengabaikan etika dan independensi jurnalistik.
"Namun, saya percaya bahwa di Bukittinggi, semangat kawan-kawan untuk menjaga etika dan independensi tetap menjadi prioritas utama. PWI harus menjadi rumah yang hangat bagi seluruh jurnalis untuk terus bertumbuh secara profesional," katanya.
Sementara itu, Linda Sari menilai tantangan terbesar jurnalisme saat ini adalah menjaga kepercayaan publik melalui informasi yang akurat dan telah terverifikasi.
"Kita hidup di masa di mana verifikasi informasi menjadi sangat mahal. Tugas kita adalah memastikan bahwa kepercayaan publik tidak luntur. Saya melihat rekan-rekan jurnalis di Bukittinggi memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam menyajikan jurnalisme yang mencerahkan, asalkan kita terus saling mendukung dan menjaga integritas profesi dengan penuh dedikasi," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
KLB PWI Bukittinggi berlangsung di tengah dinamika organisasi media di daerah. Dalam beberapa waktu terakhir, penguatan ekosistem pers juga ditandai dengan hadirnya berbagai wadah kolaborasi bagi insan media, seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Bukittinggi Press Club (BPC), dan organisasi profesi lainnya.
Ketua Penyelenggara KLB, Januar Jamil, berharap kepemimpinan baru nantinya mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan menjembatani hubungan harmonis antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat luas, serta dapat menjawab tantangan disrupsi media dengan solusi yang inovatif dan beretika," katanya.
KLB PWI Bukittinggi diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan yang dapat menjaga marwah organisasi serta memperkuat peran wartawan dalam menghadirkan informasi yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Editor : Wahyu Sikumbang