get app
inews
Aa Text
Read Next : Sambut Murid Baru, MTsN 1 Bukittinggi Perkuat Pendidikan Karakter Lewat MATAMUDA

Warga Agam Diduga Disekap Sindikat Online Scam di Myanmar, Keluarga Mohon Penyelamatan

Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:54 WIB
header img
Tangkapan layar memperlihatkan Susi (kiri) dan Ayu Elsih (kanan) dengan tangan diduga terikat saat memohon pertolongan kepada keluarga. (Foto: Istimewa)

AGAM, iNewsPadang.id — Seorang perempuan berinisial Ayu Elsih (32), warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh sindikat kejahatan di kawasan Mae Sot-Myawaddy, Myanmar. Keluarga korban kini memohon bantuan pemerintah untuk menyelamatkan Ayu yang disebut berada dalam kondisi memprihatinkan.

Informasi mengenai dugaan penyekapan tersebut mulai beredar pada Selasa (14/7/2026). Hingga Jumat (17/7/2026), belum terdapat keterangan resmi dari instansi pemerintah maupun aparat penegak hukum terkait kondisi maupun status korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, Ayu tidak menjadi korban seorang diri. Ia diduga disekap bersama rekannya bernama Susi, warga Batam, setelah keduanya menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.

Adik korban, Yuliza, bersama anggota keluarga lainnya, mengatakan Ayu diduga ditahan di sebuah kamp yang berada di kawasan hutan di wilayah Mae Sot-Myawaddy dan tidak dapat meninggalkan lokasi tersebut.


Yuliza (kiri) dan Adil (kanan), adik Ayu Elsih, menjelaskan kronologi dugaan penyekapan yang dialami kakaknya di Myanmar. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Skb)

"Kami sangat berharap pemerintah segera membantu menyelamatkan kakak kami sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Yuliza kepada iNewsPadang.id, Jumat (17/7/2026).

Menurut keluarga, Ayu merantau sekitar satu tahun lalu. Awalnya ia bekerja di Batam bersama temannya, kemudian berpindah ke Malaysia dan selanjutnya ke Thailand.

Saat berada di Thailand, keduanya disebut memperoleh tawaran pekerjaan yang dijanjikan berada di sektor restoran. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, mereka justru diduga dibawa ke Kamboja.

Dalam perjalanan tersebut, Ayu dan rekannya dikabarkan sempat melarikan diri dan memperoleh perlindungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Setelah keluar dari KBRI, keduanya kembali menerima tawaran pekerjaan yang disebut masih berada di sektor restoran.

Belakangan, keluarga kehilangan jejak keduanya hingga memperoleh kabar bahwa Ayu dan Susi berada di wilayah Mae Sot-Myawaddy, Myanmar.

Keluarga mengaku menerima sejumlah komunikasi darurat dari korban. Pada Rabu (15/7/2026), Ayu disebut sempat melakukan panggilan video kepada keluarga dan beberapa rekannya untuk memperlihatkan kondisi fisik yang diduga mengalami luka akibat penyiksaan.

Selanjutnya, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 18.27 WIB, korban kembali mengirimkan pesan suara kepada tantenya yang berisi permintaan pertolongan. Dalam pesan tersebut, Ayu menyampaikan bahwa lokasi penyekapan dijaga ketat oleh kelompok bersenjata sehingga ia tidak memungkinkan melarikan diri.


Tangkapan layar video call yang diterima keluarga memperlihatkan kondisi Ayu Elsih diduga mengalami luka-luka. (Foto: Istimewa)

Keluarga juga menyebut menerima informasi bahwa para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp220 juta agar korban dapat dibebaskan. Selain itu, keluarga mengaku memperoleh ancaman bahwa apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi, korban akan mengalami kekerasan lebih lanjut.

Namun, informasi mengenai permintaan tebusan maupun ancaman tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen kepada pihak berwenang.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, keluarga turut meminta perhatian Presiden RI, Gubernur Sumatera Barat, serta masyarakat Indonesia agar membantu proses penyelamatan Ayu.

Selain meminta upaya evakuasi, keluarga juga mendesak Kementerian Luar Negeri RI, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Bareskrim Polri untuk berkoordinasi melalui jalur diplomasi internasional guna menyelamatkan Ayu dan rekannya.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan jaringan perekrut yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri serta menelusuri rekening yang diduga digunakan untuk meminta uang tebusan.

Ayu diketahui telah yatim piatu. Di kampung halamannya, ia masih memiliki keluarga yang berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelamatan sebelum kondisi korban semakin memburuk.


KTP Ayu Elsih (32), warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, yang diduga menjadi korban penyekapan di Myanmar. (Foto: iNewsPadang.id/Wahyu Skb)

Hingga berita ini diterbitkan, iNewsPadang.id masih menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, BP2MI, maupun Kepolisian Republik Indonesia terkait informasi dugaan penyekapan tersebut.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut