get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Harau Masuki Tahap Pemberkasan, Satu Tersangka Ditahan

Alumni STM Padang Gamuak Bangun Masjid Dua Lantai Senilai Rp7,6 Miliar untuk 1.500 Jamaah

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:22 WIB
header img
Masjid Ahmad Karim di kompleks SMKN 1 Bukittinggi memiliki dua lantai, berukuran 23 x 22 meter dan berkapasitas hingga 1.500 jamaah. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.idMasjid Ahmad Karim di kompleks Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bukittinggi, Sumatera Barat -yang dulu lebih dikenal dengan sebutan ‘STM Padang Gamuak’-, diresmikan pada Jumat (14/8/2026). Masjid dua lantai tersebut dibangun oleh alumni dengan nilai pembangunan mencapai Rp7,6 miliar dan mampu menampung hingga 1.500 jamaah.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, unsur muspida, serta alumni SMKN 1 Bukittinggi dari berbagai angkatan, mulai 1963 hingga 2026.

Masjid Ahmad Karim memiliki ukuran bangunan 23 x 22 meter. Salah satu karakteristik bangunan tersebut adalah ruang salat yang tidak memiliki tiang di bagian tengah. Menurut Ketua DPP Ikatan Alumni STMN/SMKN 1 Bukittinggi Zetrialdi Goechie, konstruksi masjid menggunakan teknologi yang dianalogikan dengan konstruksi jalan tol.

“Masjid ini dibangun tanpa tiang di tengah. Jadi menggunakan teknologi seperti membangun jalan tol, tanpa tiang,” kata Zetrialdi.


Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Ketua DPP Alumni STMN/SMKN 1 Bukittinggi Zetrialdi Goechie dan sejumlah alumni saat mengapresiasi pembangunan Masjid Ahmad Karim, Jumat (14/8/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia mengatakan pembangunan masjid berawal dari kondisi fasilitas ibadah di sekolah yang dinilai belum sebanding dengan jumlah siswa. Saat itu, menurut dia, SMKN 1 Bukittinggi memiliki sekitar 2.000 siswa, sementara musala yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 100 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan alumni menghimpun dana untuk membangun masjid yang lebih besar. Pembangunan dimulai pada 2021 setelah surat keputusan panitia pembangunan diterbitkan pada 2020 dan kemudian rampung pada 2026.

Zetrialdi mengatakan masjid tersebut mengusung konsep “Baliak ka Surau”. Konsep itu, menurut dia, diharapkan dapat menghidupkan kembali kebiasaan beribadah di lingkungan sekolah.

“Kita ingin adik-adik kelas kita itu meniru konsep kita di masa kecil, yaitu kembali ke surau, tapi setidaknya ini kita lakukan di sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan para siswa ditargetkan melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjamaah selama berada di sekolah.

Masjid tersebut diberi nama Ahmad Karim untuk mengenang seorang siswa kelas I STM Negeri Bukittinggi yang disebut sebagai salah satu tokoh dalam perjuangan Tritura. Ahmad Karim tewas tertembak di kawasan Kampung Cina pada 1966 dan disebut sebagai pahlawan Ampera dari Sumatera.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi alumni dalam pembangunan fasilitas ibadah tersebut. Menurut Mahyeldi, pembangunan masjid dengan nilai Rp7,6 miliar itu menjadi bentuk dukungan alumni terhadap lingkungan pendidikan.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menandatangani prasasti peresmian Masjid Ahmad Karim di kompleks SMKN 1 Bukittinggi, Jumat (14/8/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

“Alhamdulillah, kita ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketua dan alumni SMK Negeri 1 Bukittinggi atas partisipasi membangun masjid dan kemudian juga tempat berwudhu,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menilai keberadaan fasilitas ibadah di lingkungan sekolah dapat mendukung pembentukan siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan emosional, tetapi juga aspek spiritual. “Dan mudah-mudahan dengan dibangunnya fasilitas sarana ini akan meningkatkan spiritualisme. Jadi tidak hanya punya kemampuan intelektual dan kemudian kecerdasan emosional tapi juga ada kecerdasan spiritual,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan nama Ahmad Karim dengan nilai kepahlawanan dan perjuangan yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para siswa dan lulusan SMKN 1 Bukittinggi.

Setelah peresmian, Ketua DPP Alumni STMN/SMKN 1 Bukittinggi mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat meninjau pameran yang digelar di halaman sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Alumni STMN/SMKN 1 Bukittinggi. Agenda tersebut antara lain pemilihan Ketua Umum dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Alumni STMN/SMKN 1 Bukittinggi periode 2026–2030, yang menggantikan kepengurusan Zetrialdi Goechie yang masa jabatannya berakhir.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut