Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pedagang Kebun Binatang TMSBK Minta Status Quo Objek Sengketa Dijaga Selama Proses Perdata
Advertisement . Scroll to see content

Viral Kondisi Gajah Zidan di Kebun Binatang Bukittinggi, Pengelola Jelaskan Alasan Dirantai

Minggu, 13 September 2026 | 17:45 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Viral Kondisi Gajah Zidan di Kebun Binatang Bukittinggi, Pengelola Jelaskan Alasan Dirantai
Kondisi gajah Sumatra jantan Zidan di TMSBK Bukittinggi menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kakinya dirantai viral di media sosial. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Daya Tarik Wisata Kawasan Konservasi (DTWKK), Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Zulfa Yonabri, ST, mengatakan pemasangan rantai terhadap Zidan merupakan bagian dari prosedur operasional karena satwa tersebut dinilai agresif.

"Kita sendiri di TMSBK, pengelola yang ada di Bukittinggi ini memang secara SOP gajah ini memang dirantai, tapi memang kan kadang-kadang ada dilepaskan rantainya sesekali. Tapi perlakuan untuk Zidan ini memang dirantai selalu karena si gajah Zidan ini memang cukup agresif. Makanya kita selalu rantai dan sudah banyak mahout atau pawang-pawang sebelumnya yang jadi korban oleh si Zidan ini," katanya.

Ia menjelaskan, gajah beserta satwa dilindungi lainnya di TMSBK berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Menurutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi telah beberapa kali menyampaikan permohonan agar Zidan direlokasi.

"Jadi kita sudah beberapa kali menyurati BKSDA untuk merilis atau melepaskan Zidan. Kemudian tahun kemarin saya lupa tanggalnya atau bulannya Menteri Kehutanan juga datang ke sini dan sudah disampaikan oleh Bapak Wali Kota kepada menteri beserta dirjen yang membidangi ini dan sudah ada perintah waktu itu untuk pelepasannya. Mungkin berbagai hal hambatan dan mungkin anggaran lah atau apalah dari BKSDA untuk pelepasan ini maka sampai saat ini belum dirilis," ujarnya.

Zulfa juga mengatakan BKSDA terus melakukan pengawasan terhadap satwa-satwa dilindungi di TMSBK, termasuk gajah, harimau, dan orangutan. Ia menyebut proses pelepasliaran atau relokasi memerlukan tahapan dan regulasi yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami akan evakuasi gajah tersebut. Saat ini masih koordinasi dengan pusat latihan gajah yang ada. Mohon dukungannya, semoga segera bisa dilakukan," kata Hartono saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut