Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Doa Bersama di Jam Gadang, PWI Bukittinggi Doakan Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Wartawan Bukittinggi Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Minggu, 13 September 2026 | 22:27 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Wartawan Bukittinggi Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Wartawan Bukittinggi menggelar doa bersama di kawasan Jam Gadang untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Sejumlah wartawan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi delapan orang yang dilaporkan hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis serta tiga kru kapal dan pemandu yang hilang saat menjalankan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Aksi spontan tersebut berlangsung di kawasan Jam Gadang pada Minggu (13/9/2026) sore. Doa bersama digelar dalam suasana khidmat dan disaksikan ratusan wisatawan yang berada di kawasan ikon Kota Bukittinggi itu.

Kegiatan dihadiri Ketua PWI Bukittinggi Asrial Gindo, Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Ghafar, Ketua Bukittinggi Press Club (BPC) Al Fatah, serta sejumlah wartawan dari berbagai media.

Rombongan yang dilaporkan hilang terdiri atas M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto atau Yudhis (pewarta foto iNews.id), Firman Daus atau Daus (jurnalis Anadolu Agency), Donal Husni (pewarta foto lepas), Warta selaku nakhoda kapal, Sukarman atau Surakman selaku anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu wisata.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, rombongan berangkat menggunakan sebuah speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.

Sekitar pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Pada waktu yang hampir bersamaan, salah seorang jurnalis dilaporkan sempat mengirimkan titik lokasi (share location) kepada rekannya di Lampung.

Komunikasi terakhir diketahui terjadi sekitar pukul 18.13 WIB ketika Heriyanto mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau yang mengepulkan asap putih ke grup WhatsApp. Foto tersebut diduga diambil di sekitar Pulau Sertung. Setelah itu seluruh komunikasi terputus dan kapal tidak kembali ke dermaga.

Laporan resmi mengenai hilangnya rombongan diterima Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9). Basarnas kemudian mengerahkan tim awal menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan KN SAR Tetuka untuk melakukan pencarian.

Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Ghafar mengatakan aksi doa bersama merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus penghormatan terhadap perjuangan wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik, termasuk di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Wartawan menyadari bahwa di balik setiap informasi yang sampai kepada masyarakat, terdapat perjuangan dan tanggung jawab besar para jurnalis yang bekerja langsung di lapangan, termasuk ketika harus berada di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi," kata Abdul Ghafar.

Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Namun, tugas tersebut juga memiliki tantangan dan risiko yang tidak ringan sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian bersama.

Ketua PWI Bukittinggi Asrial Gindo berharap proses pencarian terhadap seluruh korban dapat terus dilakukan secara maksimal.

"Solidaritas ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama wartawan. Kita sama-sama berdoa agar kelima rekan kita dan tiga kru lainnya segera ditemukan dan diberikan keselamatan," ujar Asrial.

Ketua Bukittinggi Press Club (BPC) Al Fatah mengatakan doa bersama lahir dari rasa persaudaraan di kalangan insan pers. Menurutnya, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga kerap menghadapi berbagai risiko saat melakukan peliputan di lapangan.

"Ketika seorang wartawan turun ke lapangan, ada tanggung jawab besar yang dibawanya. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Hari ini kita berkumpul dan berdoa sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers," kata Al Fatah.

Dalam perkembangan pencarian, operasi SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas terus diperluas dengan melibatkan berbagai unsur. Sejumlah armada dikerahkan, di antaranya unsur TNI AL, Polairud, KN SAR, kapal patroli, helikopter, serta dukungan teknologi seperti drone thermal untuk membantu penyisiran.

Penyisiran dilakukan di sejumlah sektor perairan Selat Sunda, meliputi kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga pulau-pulau terdekat seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Legundi. Fokus pencarian diperketat di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat serta sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau sehingga memerlukan perhitungan keselamatan bagi tim SAR di lapangan.

Sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan, operasi SAR gabungan dijadwalkan berlangsung secara intensif selama tujuh hari sejak laporan diterima. Upaya tersebut turut mendapat dukungan dan dorongan optimalisasi dari berbagai lembaga negara serta organisasi profesi jurnalis.

Aksi doa bersama di Bukittinggi mencerminkan solidaritas di kalangan insan pers. Perbedaan media maupun tempat bertugas tidak menghalangi wartawan untuk saling memberikan dukungan ketika rekan seprofesi menghadapi situasi sulit.

Doa dipanjatkan agar seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut