Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Bukittinggi Perpanjang PJJ 19–21 Oktober
Apabila kualitas udara membaik ke kategori baik atau sedang sebelum masa berlaku berakhir, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan melalui pemberitahuan lanjutan. Sebaliknya, jika kualitas udara masih berisiko atau memburuk dengan ISPU di atas 100, pengalihan ke PJJ dapat diperpanjang secara bertahap.
Selama PJJ, pembelajaran difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan pola hidup sehat. Sekolah diminta memberikan tugas secara fleksibel agar tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua. Modul cetak atau bahan belajar luring juga disediakan bagi siswa yang terkendala akses internet atau perangkat digital.
Surat edaran tersebut menegaskan bahwa penghentian sementara pembelajaran tatap muka bukan berarti libur sekolah, melainkan perubahan metode belajar untuk melindungi kesehatan peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan hak mereka atas pendidikan.
Kepala sekolah juga diberi kewenangan mengambil tindakan pengamanan segera apabila kualitas udara memburuk secara mendadak sebelum terbitnya surat edaran lanjutan, termasuk mengalihkan pembelajaran ke PJJ atau memulangkan siswa lebih awal. Tindakan itu harus dilaporkan kepada Dinas Pendidikan paling lambat dalam waktu 24 jam.
Ramli mengatakan kebijakan pembelajaran jarak jauh telah diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap. Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan pelaksanaan kebijakan tersebut.
Editor: Wahyu Sikumbang