Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukittinggi Siapkan Perda Adat Kurai, Tokoh Adat Studi Banding ke Jambi
Advertisement . Scroll to see content

Ade Rezki Ajak Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:08 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Ade Rezki Ajak Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas
Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama menyampaikan materi tentang pencegahan stunting dan pemanfaatan layanan Cek Kesehatan Gratis dalam sosialisasi program Bangga Kencana di Bukittinggi, Sabtu (24/10/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Selain pemeriksaan kesehatan, Ade menyoroti pentingnya pencegahan stunting yang perlu dimulai sejak masa kehamilan, bahkan melalui persiapan kesehatan pasangan sebelum menikah.

"Pencegahan stunting dimulai dari masa kehamilan. Para pemuda yang berencana menikah harus memastikan pemenuhan gizi dan perhatian yang cukup bagi calon ibu dan bayinya. Peningkatan gizi kronis, lingkungan tempat tinggal yang bersih, serta pemenuhan sanitasi dan MCK yang layak adalah faktor kunci agar anak-anak kita terbebas dari stunting," kata Ade.

Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi ibu dan anak, kebersihan lingkungan, serta ketersediaan sanitasi yang layak merupakan aspek penting dalam upaya mencegah gangguan pertumbuhan anak.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, mengatakan pelaksanaan program Bangga Kencana membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk mitra kerja di DPR RI.


Sosialisasi program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Aula UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Lambau, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, dihadiri masyarakat dari sejumlah kelurahan. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Menurut Mardalena, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, persoalan kependudukan dan keluarga perlu mendapat perhatian bersama.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang dihadapi anak dan remaja, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga masalah kesehatan mental. Dalam pemaparannya, Mardalena menyebut sekitar 35 persen remaja di Sumatera Barat mengalami masalah kesehatan mental. Namun, ia tidak merinci sumber data, periode pengukuran, maupun indikator yang digunakan untuk angka tersebut.

Selain itu, Mardalena mengingatkan bahwa stunting masih menjadi persoalan yang perlu ditangani karena dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut